DPRD Berau Desak Percepatan Produksi Perikanan Target 35 Ribu Ton Per Tahun Dinilai Harus Dikejar dengan Strategi Hulu–Hilir
- account_circle admin
- calendar_month Kamis, 4 Des 2025
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Anggota Komisi I DPRD Berau, Nurung, menyoroti capaian produksi ikan semester pertama 2025 yang baru menyentuh 13 ribu ton lebih dari target 35 ribu ton per tahun. Angka itu disebut menjadi tanda penting bagi pemerintah daerah, khususnya Dinas Perikanan, untuk bergerak lebih agresif pada semester berikutnya.
“Kalau ingin target tercapai di akhir tahun, kerja di semester dua harus jauh lebih maksimal,” ujar Nurung.
Ia menilai pembangunan perikanan tidak boleh hanya bertumpu pada sektor tangkap di laut dan danau. Budidaya ikan air tawar maupun payau hingga industri pengolahan hasil laut dapat menjadi penopang kuat untuk mendorong produksi, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas ikan asal Berau.
Namun Nurung menilai beberapa hambatan masih menjadi rem produktivitas nelayan, seperti keterbatasan BBM, cuaca yang tidak menentu, hingga alat tangkap yang belum memadai. Pemerintah diminta membenahi persoalan itu secara bertahap agar aktivitas penangkapan dan pembudidayaan tetap berjalan stabil.
“Masalah BBM, cuaca, sampai alat tangkap jangan dibiarkan. Itu harus dipetakan dan diselesaikan satu per satu,” katanya.
Selain mengejar volume produksi, Nurung mengingatkan bahwa kekuatan pasar menjadi faktor penentu kesejahteraan nelayan. Produksi tinggi tanpa hilirisasi dan kepastian pasar justru membuat harga rentan jatuh.
Karena itu, ia mendorong penguatan sistem perikanan dari hulu ke hilir — mulai dari peningkatan produksi, distribusi rantai dingin, hingga pemasaran produk olahan. Menurutnya, sektor ini bukan hanya soal kuantitas panen, tetapi tentang bagaimana nelayan merasakan manfaat ekonomi secara langsung.
“Produksi naik, pasar harus ikut kuat. Kalau tidak, nelayan tetap kesulitan mencari nilai,” tegasnya.
Nurung berharap pengembangan industri olahan ikan, UMKM berbasis hasil laut, dan pemasaran terintegrasi dapat menjadi fokus percepatan pada tahun ini sehingga Berau tidak hanya memenuhi target, tetapi juga menguatkan fondasi ekonomi bahari dan kemandirian pangan daerah. (adv/akm)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar