Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Disbun Berau Perkuat Pengawasan Perkebunan

Disbun Berau Perkuat Pengawasan Perkebunan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
  • visibility 63
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANJUNG REDEB – Upaya menjaga keberlanjutan perkebunan di Kabupaten Berau kini diperluas menjadi bagian dari strategi pembangunan wilayah yang memadukan pertanian, kehutanan, potensi kampung, hingga ekosistem wisata dan budaya. Dinas Perkebunan (Disbun) Berau menegaskan komitmennya untuk melakukan pengawasan ketat pada kawasan yang berpotensi terdampak ekspansi usaha, terutama area yang bersinggungan dengan ruang hidup masyarakat kampung, jalur transportasi menuju pedalaman, serta wilayah bernilai konservasi tinggi (NKT).

Kepala Disbun Berau, Lita Handini, menjelaskan bahwa sejumlah kawasan di Berau—baik yang berada dekat sentra perkebunan, pesisir bahari, hingga jalur menuju kampung wisata—memiliki fungsi ekologis penting yang harus dijaga. Banyak di antaranya menjadi habitat satwa liar, sumber air bagi pertanian, akses transportasi hasil UMKM kampung, hingga penyangga sektor perikanan dan kelautan.

“Ada area yang secara ekologis tidak tergantikan. Kalau salah langkah, dampaknya bukan hanya ke satwa, tapi juga ke masyarakat kampung yang bergantung pada hutan, air, dan lintasan transportasi antarkampung,” ujarnya.

Menurutnya, hilangnya tutupan hutan alami bukan hanya ancaman bagi satwa dilindungi, tetapi juga dapat mengganggu pola ekonomi masyarakat—mulai dari pelaku UMKM berbasis anyaman dan kerajinan, budidaya kampung, hingga geliat wisata budaya yang menjadikan alam sebagai identitas.

Lita menegaskan bahwa pembangunan perkebunan berkelanjutan harus menjadi fondasi investasi di Berau, terutama karena banyak kawasan produktif masyarakat berada di sekitar pedalaman dan jalur sungai yang juga mendukung sektor kelautan–perikanan di wilayah hilir.

“Perkebunan tetap bisa berkembang, tetapi tidak boleh mengorbankan ruang hidup alam dan ruang gerak ekonomi kreatif warga. Risiko ekologis itu nyata dan akan kembali ke masyarakat jika tidak diantisipasi sejak awal,” katanya.

Untuk itu, Disbun Berau meminta seluruh pelaku usaha melakukan identifikasi tapak, pemetaan kawasan, pengecekan NKT, serta mempertimbangkan konektivitas wilayah—mulai dari jalur logistik kampung, akses transportasi wisata, hingga potensi integrasi dengan sektor perikanan dan bahari.

Langkah tersebut, menurutnya, bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi bagian dari komitmen moral dalam menjaga harmoni antara perkembangan perkebunan, keberlanjutan ekosistem, dan ruang inovasi ekonomi masyarakat kampung.

Lita optimistis, dengan pengawasan yang kuat dan kolaborasi lintas sektor—termasuk pelaku investasi hijau, UMKM, serta komunitas budaya—Berau dapat membangun model perkebunan yang tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga mendukung digitalisasi tata kelola, pengembangan wisata alam, dan pelestarian identitas budaya lokal.

“Kita ingin sektor perkebunan bergerak maju, UMKM kampung tetap hidup, budaya tetap tumbuh, dan alam tetap punya ruangnya untuk bernafas,” pungkasnya. (Adv/Akm)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎HAKI Bukan Lagi Sekadar Perlindungan, tapi Jalan Pelaku Ekraf Berau Menuju Pasar Nasional

    ‎HAKI Bukan Lagi Sekadar Perlindungan, tapi Jalan Pelaku Ekraf Berau Menuju Pasar Nasional

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 984
    • 0Komentar

    ‎TANJUNG REDEB – Di tengah persaingan industri kreatif yang semakin ketat, para pelaku ekonomi kreatif (Ekraf) di Kabupaten Berau mulai diarahkan untuk melihat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bukan hanya sebagai tameng hukum, tetapi sebagai pintu masuk menuju peluang bisnis yang lebih luas. ‎Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Kekayaan Intelektual dan Pendaftaran Merek yang digelar […]

  • Meniru Pola Penanganan COVID-19, Berau Bangun Gerakan Desa Lawan TBC

    Meniru Pola Penanganan COVID-19, Berau Bangun Gerakan Desa Lawan TBC

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 566
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menyiapkan strategi baru dalam upaya menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC). Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengatakan pihaknya akan mengadopsi pola pemberdayaan masyarakat yang terbukti efektif saat penanganan pandemi COVID-19. Langkah ini disampaikan Lamlay usai menghadiri rapat bersama Menteri Dalam Negeri yang membahas percepatan penanggulangan TBC secara nasional. […]

  • Pemkab Berau Genjot Legalitas Lahan Eks Transmigrasi, Warga Bisa Bernapas Lega

    Pemkab Berau Genjot Legalitas Lahan Eks Transmigrasi, Warga Bisa Bernapas Lega

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong penyelesaian legalitas lahan di kawasan eks transmigrasi. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Pemkab Berau menggelar Rapat Koordinasi Ketransmigrasian di Aula Disnakertrans Berau, Rabu, 16 Juli 2025. Rakor tersebut mengangkat tema “Upaya Pemerintah dalam Penyelesaian Legalitas Lahan Infrastruktur Fasum dan Fasos di Wilayah Eks Transmigrasi Kabupaten […]

  • Tekan Risiko Penyimpangan Seksual, Komisi I DPRD Berau Dorong Penguatan Peran Orang Tua dan Sekolah

    Tekan Risiko Penyimpangan Seksual, Komisi I DPRD Berau Dorong Penguatan Peran Orang Tua dan Sekolah

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 104
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Berau, Elita Herlina, menyampaikan keprihatinannya terkait meningkatnya potensi penyimpangan seksual di kalangan anak muda. Ia menilai perkembangan teknologi, akses informasi tanpa filter, serta lemahnya pengawasan sosial dapat menjadi faktor pendorong munculnya perilaku menyimpang yang berisiko merusak masa depan generasi muda. Elita menegaskan bahwa fenomena sosial yang melibatkan anak […]

  • KKP Turun Lapangan, Usulan Koperasi Nelayan Merah Putih Berau Masih Menunggu Putusan

    KKP Turun Lapangan, Usulan Koperasi Nelayan Merah Putih Berau Masih Menunggu Putusan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dinas Perikanan Kabupaten Berau masih menunggu hasil survei dan penilaian dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait usulan pembentukan Koperasi Nelayan Merah Putih di sejumlah kampung pesisir.   Kepala Dinas Perikanan Berau, Abdul Majid, mengatakan survei lapangan telah dilakukan oleh tim yang ditunjuk KKP dengan melibatkan unsur perguruan tinggi. Tim tersebut berasal […]

  • Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat, Pemkab Berau Luncurkan Akses Layanan Darurat 112

    Tingkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat, Pemkab Berau Luncurkan Akses Layanan Darurat 112

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 432
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Layanan darurat 112 yang diluncurkan pada 2016 kini kembali mendapat perhatian penting di Kabupaten Berau. Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau menggelar evaluasi penggunaan layanan ini bersama Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia di Ruang Sangalaki, Tanjung Redeb, pada Rabu, 4 Desember 2024. Layanan darurat […]

expand_less