Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Hujan Mengguyur Kaltim Sepekan ke Depan, BMKG: Mayoritas Wilayah Masih Kategori Menengah

Hujan Mengguyur Kaltim Sepekan ke Depan, BMKG: Mayoritas Wilayah Masih Kategori Menengah

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
  • visibility 272
  • print Cetak

SAMARINDA — Langit Kalimantan Timur diperkirakan masih akrab dengan hujan hingga sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda memprakirakan sebagian besar wilayah provinsi ini akan diguyur hujan dengan intensitas menengah pada periode 11–20 Februari 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, mengatakan secara umum curah hujan di Kalimantan Timur berada pada kategori menengah, yakni 50–150 milimeter, dengan peluang kejadian lebih dari 80 persen.

“Berdasarkan prakiraan deterministik curah hujan, sebagian besar wilayah Kalimantan Timur diperkirakan masih didominasi oleh curah hujan kategori menengah,” ujar Riza di Samarinda, Rabu, 11 Februari 2026.

Meski demikian, sejumlah wilayah diprediksi menerima guyuran lebih deras. Bagian utara Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Mahakam Ulu diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi, berkisar 150–300 milimeter, dengan peluang lebih dari 50 persen. Kondisi ini membuka potensi peningkatan debit sungai dan genangan di daerah rawan.

Dari sisi sifat hujan, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Kaltim berada pada kategori atas normal, dengan persentase 116–200 persen dibandingkan rata-rata klimatologisnya. Artinya, intensitas hujan yang turun cenderung lebih tinggi dari kondisi biasanya pada periode yang sama.

Namun tidak seluruh wilayah menunjukkan anomali serupa. Sebagian area di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Penajam Paser Utara, Kutai Timur, serta Kota Bontang, Samarinda, dan Balikpapan diprakirakan mengalami sifat hujan normal, dengan kisaran 85–115 persen.

BMKG juga mencatat durasi hari tanpa hujan di Kalimantan Timur relatif singkat. Berdasarkan pembaruan data per 10 Februari 2026, sebagian besar wilayah hanya mengalami hari tanpa hujan dalam kategori sangat pendek, yakni 1–5 hari. Pola ini menandakan suplai uap air di atmosfer masih cukup tinggi dan mendukung pembentukan awan hujan secara konsisten.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak hidrometeorologi, terutama di wilayah dengan prakiraan curah hujan tinggi. Aktivitas luar ruang, termasuk pelayaran sungai dan pekerjaan konstruksi, disarankan memperhatikan informasi cuaca terkini yang diperbarui secara berkala oleh BMKG.(*)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wisatawan Asing Hilang Saat Menyelam di Kakaban Berau, Diduga Kejar Kamera Jatuh

    Wisatawan Asing Hilang Saat Menyelam di Kakaban Berau, Diduga Kejar Kamera Jatuh

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 955
    • 0Komentar

    Maratua – Seorang wisatawan asing asal Tiongkok dilaporkan hilang saat melakukan penyelaman di perairan Pulau Kakaban, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat pagi, 2 Mei 2025. Korban atas nama Zhang Xiaohan tenggelam saat mencoba mengambil kamera miliknya yang jatuh ke dasar laut. Kapolsek Maratua, Iptu Taufik Hidayat, mengatakan insiden terjadi sekitar pukul 07.30 Wita di […]

  • Minimnya SLB di Berau Jadi Sorotan Legislatif, Frans Lewi: Pemerintah Wajib Penuhi Hak Semua Anak

    Minimnya SLB di Berau Jadi Sorotan Legislatif, Frans Lewi: Pemerintah Wajib Penuhi Hak Semua Anak

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 759
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Minimnya jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Saat ini, hanya terdapat satu SLB yang berlokasi di Tanjung Redeb, dan hal ini dinilai sangat membatasi akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari wilayah kecamatan lain di Bumi Batiwakkal. Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menilai […]

  • BPS: Tingkat Hunian Hotel Berbintang di Kaltim Turun Jadi 51,87 Persen pada Januari 2026

    BPS: Tingkat Hunian Hotel Berbintang di Kaltim Turun Jadi 51,87 Persen pada Januari 2026

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Samarinda — Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalimantan Timur pada Januari 2026 tercatat sebesar 51,87 persen. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 11,10 poin dibandingkan Desember 2025. Dilansir dari kaltimprov.go.id, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, menyampaikan bahwa jika dibandingkan dengan Januari 2025, tingkat hunian hotel berbintang juga mengalami penurunan tipis […]

  • Deklarasi APRI Berau 2024-2029: Langkah Awal Menuju Pemancingan Ramah Lingkungan

    Deklarasi APRI Berau 2024-2029: Langkah Awal Menuju Pemancingan Ramah Lingkungan

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Asosiasi Pemancingan Indonesia (APRI) Berau periode 2024-2029, dideklarasikan. Minggu, (10/11/2024) di Balai Mufakat, Jalan Cendana, Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pengurus APRI Kalimantan Timur, pejabat pemerintah daerah, dan sejumlah pemancing yang tergabung dalam komunitas tersebut. APRI adalah sebuah organisasi yang bertujuan […]

  • City Branding Baru, Berau Bidik Pariwisata dan UMKM Jadi Pilar Ekonomi

    City Branding Baru, Berau Bidik Pariwisata dan UMKM Jadi Pilar Ekonomi

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 988
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau meluncurkan identitas baru promosi daerah lewat Berau City Branding (BCB). Langkah ini melengkapi tagline Lovely Berau yang lebih dulu dikenal, sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan city branding ini tidak sekadar simbol, melainkan strategi untuk memperluas daya tarik […]

  • Peraturan Baru Menteri LHK: Pejuang Lingkungan Tak Bisa Dituntut Hukum

    Peraturan Baru Menteri LHK: Pejuang Lingkungan Tak Bisa Dituntut Hukum

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 904
    • 0Komentar

    Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau KLHK menerbitkan regulasi baru perihal perlindungan terhadap pejuang lingkungan. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri LHK Nomor 10 Tahun 2024. Peraturan ini telah ditandatangani oleh Menteri LHK Siti Nurbaya pada 30 Agustus 2024. Regulasi yang melindungi pejuang lingkungan ini telah resmi diundangkan pada 4 September 2024. Dalam poin pertimbangannya, KLHK menyebut […]

expand_less