Tebing Jalan Poros Trans Kaltara di Sungai Urang Longsor, Pengendara Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
- account_circle admin
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 35
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG SELOR – Tebing di ruas jalan poros Trans Kalimantan Utara kawasan Sungai Urang, Kelurahan Tanjung Palas Hilir, Kabupaten Bulungan, dilaporkan mengalami longsor pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Peristiwa tersebut sempat membuat pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut waspada.
Informasi awal mengenai kejadian itu beredar melalui video yang diunggah di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat sejumlah batu kecil dari tebing di pinggir jalan jatuh ke badan jalan dan berserakan di permukaan aspal.
Seorang pengendara yang merekam kejadian tersebut menyampaikan bahwa batu-batu dari tebing terus berjatuhan sehingga membuat pengendara yang melintas memilih melambatkan kendaraan.
“Batu dari tebing terus jatuh di jalan Sungai Urang, banyak batu berserakan di badan jalan,” ujar perekam video dalam rekaman yang beredar.
Video lain juga memperlihatkan warga yang mengingatkan pengendara agar berhati-hati saat melintasi tanjakan di kawasan tersebut, terutama bagi kendaraan yang datang dari arah Tanjung Selor.
Menanggapi kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bulungan membenarkan adanya longsor di tebing jalan poros Trans Kaltara di kawasan Sungai Urang.
Kepala Pelaksana BPBD Bulungan, Rafidin, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga yang melintas mengenai adanya longsoran material dari tebing di lokasi tersebut. Setelah menerima informasi itu, tim BPBD langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
Petugas kemudian melakukan pembersihan material longsor yang menutup sebagian badan jalan menggunakan alat berat milik Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN).
Namun pada sekitar pukul 18.00 WITA, longsor susulan kembali terjadi di lokasi yang sama. Beberapa batu berukuran lebih besar kembali jatuh dari tebing dan sempat menghambat arus lalu lintas.
BPBD Bulungan kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten Bulungan, Dinas Perhubungan, serta instansi terkait lainnya untuk melakukan penanganan lanjutan.
Sebagai langkah pengamanan sementara, petugas memasang pita scotlight, lampu torpedo, serta rambu peringatan di sekitar lokasi kejadian. Pemasangan tanda tersebut bertujuan mengingatkan pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas karena kondisi tebing masih berpotensi mengalami longsor susulan.
Selain itu, BPBD juga terus melakukan pemantauan di lapangan serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintasi jalur tersebut saat kondisi cuaca kurang bersahabat.
Dalam penanganan kejadian ini, sejumlah instansi terlibat di lapangan, di antaranya BPBD Bulungan, Satker PJN Kalimantan Utara, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR Bulungan, pihak kepolisian, Koramil, serta masyarakat setempat.
Hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, masyarakat diminta tetap berhati-hati saat melintasi kawasan Sungai Urang karena kondisi tebing masih rawan longsor.(*/)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar