Banyak yang Keliru! Ini Perbedaan MPA, Destana, dan Redkar dalam Penanganan Bencana di Berau
- account_circle admin
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 24
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau menekankan pentingnya pemahaman terhadap peran dan tugas masing-masing kelompok relawan dalam penanggulangan bencana. Setiap relawan dinilai memiliki klasifikasi, tugas pokok, serta instansi pembina yang berbeda.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Berau, Nofian Hidayat, mengatakan masyarakat perlu memahami perbedaan tersebut agar koordinasi di lapangan dapat berjalan lebih efektif.
“Kita harus melihat relawan mana yang dimaksud, karena masing-masing memiliki wadah dan produk hukum yang berbeda,” kata Nofian, Jumat(27/3).
Ia menjelaskan, terdapat tiga kategori utama relawan yang aktif dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Berau dan wilayah Kalimantan Timur pada umumnya.
Pertama adalah Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berfokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan. Kelompok ini merupakan bentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Provinsi.
Kategori kedua adalah Desa Tangguh Bencana (Destana) yang memiliki peran dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di tingkat desa. Kelompok ini berada di bawah pembinaan BPBD Provinsi.
Sementara kategori ketiga adalah Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) yang bertugas membantu penanganan kebakaran di kawasan permukiman. Redkar merupakan relawan binaan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.
Nofian mengatakan pemilahan tersebut penting untuk memastikan distribusi bantuan, pelatihan, serta instruksi saat terjadi keadaan darurat dapat tepat sasaran.
Ia berharap pemahaman mengenai peran masing-masing relawan dapat memperkuat koordinasi antarinstansi maupun antarrelawan, terutama saat memasuki musim rawan kebakaran.
“Setiap relawan memiliki area tugas masing-masing. Dengan memahami perbedaannya, kita bisa bergerak lebih efektif dalam menyelamatkan masyarakat dan aset daerah,” ujarnya.(*/tnr)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar