Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Kementerian Kesehatan: Hantavirus di Indonesia Berbeda dengan yang Ada di MV Hondius

Kementerian Kesehatan: Hantavirus di Indonesia Berbeda dengan yang Ada di MV Hondius

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • visibility 304
  • print Cetak

Jakarta — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa kasus Hantavirus yang baru-baru ini menjadi perhatian dunia akibat wabah di kapal pesiar MV Hondius tidak berkaitan dengan situasi di Indonesia. Meski virus ini telah terdeteksi di beberapa wilayah dalam beberapa tahun terakhir, pihak kementerian memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam wabah tersebut.

Aji Muhawarman, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, menyampaikan bahwa dari 23 negara yang terlibat, tidak ada WNI yang terinfeksi. “Untuk kasus yang di kapal tersebut, dari 23 negara, tidak ada WNI di sana,” ujarnya dalam wawancara yang dilansir Kompas.com pada Jumat, 8 Mei 2026.

Sebelumnya, wabah Hantavirus di MV Hondius dilaporkan telah mengakibatkan tiga penumpang meninggal dunia dan lima kasus terkonfirmasi. Aji menjelaskan bahwa jenis Hantavirus di Indonesia berbeda dari yang ada di kapal pesiar tersebut. Di Indonesia, kasus-kasus yang ada terkait dengan hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) yang berhubungan dengan Seoul Virus, sedangkan wabah di MV Hondius disebabkan oleh strain Andes yang berasal dari Amerika Selatan.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa antara 2024 dan 2026, terdapat 23 kasus Hantavirus terkonfirmasi di Indonesia, yang tersebar di sembilan provinsi: DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat. “Ada 23 kasus positif, dengan tiga kematian dan sisanya sembuh,” jelasnya.

Saat ini, terdapat dua kasus suspek yang masih dalam proses pemeriksaan di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. “ Saat ini ada dua kasus suspek di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta yang sedang diperiksa untuk konfirmasi kasusnya,” tambah Aji.

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa ketiga pasien yang meninggal memiliki penyakit penyerta, seperti leptospirosis, kanker hati, dan gagal multiorgan. Aji mengingatkan bahwa penularan Hantavirus bersifat zoonotik, yang berarti berasal dari hewan ke manusia, khususnya melalui tikus dan celurut. “Infeksi saat ini zoonotik, dari hewan ke manusia. Dari tikus,” tegasnya.

Penularan dapat terjadi melalui saliva, urine, dan feses tikus atau celurut, serta debu yang terkontaminasi yang terhirup oleh manusia. Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan tikus, menyimpan makanan di tempat tertutup, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala seperti demam, sakit kepala, nyeri badan, dan lemas.

Sementara itu, wabah Hantavirus di MV Hondius sudah menarik perhatian dari World Health Organization (WHO), setelah dilaporkan menyebabkan tiga kematian dan lima kasus terkonfirmasi. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa meskipun insiden tersebut serius, risiko kesehatan masyarakat global masih tergolong rendah. (*/)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berantas Mafia Pupuk, Ribuan Izin Distributor Dicabut

    Berantas Mafia Pupuk, Ribuan Izin Distributor Dicabut

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Jakarta-Pemerintah terus memperketat pengawasan distribusi pupuk subsidi demi melindungi petani dari praktik mafia pangan yang selama ini dinilai merugikan sektor pertanian nasional. Di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kementerian Pertanian Republik Indonesia mulai melakukan pembenahan besar-besaran terhadap tata kelola pupuk subsidi agar lebih tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses petani. Sebagai langkah tegas, […]

  • Kenaikan Harga Bahan Pokok, Berau Luncurkan Program Pangan Murah

    Kenaikan Harga Bahan Pokok, Berau Luncurkan Program Pangan Murah

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 322
    • 0Komentar

    BERAU — Di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok yang terjadi di Kabupaten Berau, pemerintah setempat berkolaborasi dengan Bank Indonesia meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah untuk menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Kegiatan ini digelar untuk mengatasi kondisi pasar yang semakin mengkhawatirkan akibat kenaikan harga bahan pangan dalam beberapa waktu terakhir. Kepala Bidang […]

  • Lampaui Target, Kunjungan Pariwisata Berau Meningkat di 2024

    Lampaui Target, Kunjungan Pariwisata Berau Meningkat di 2024

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.043
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pariwisata Kabupaten Berau terus menunjukkan angka yang menggembirakan. Setiap tahunnya, jumlah kunjungan wisata ke Bumi Batiwakkal terus meningkat, mencatatkan prestasi yang jauh melampaui target. Hingga Oktober 2024, tercatat sebanyak 412.333 wisatawan, dengan rincian 2.438 wisatawan mancanegara dan 409.895 wisatawan domestik. Angka ini tidak hanya menunjukkan kesuksesan, tetapi juga konsistensi upaya yang dilakukan oleh […]

  • Kecelakaan Kerja PT HPU Terjadi 10 Juli, Baru Dilaporkan ke Disnaker

    Kecelakaan Kerja PT HPU Terjadi 10 Juli, Baru Dilaporkan ke Disnaker

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.259
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Koordinator Pengawas Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Timur Wilayah Berau, Sab’an menegaskan, pihaknya baru mengetahui bahwa telah terjadi Kecelakaan Kerja di PT HPU. Sab’an menyebut, mendapat informasi pada Rabu 30 Juli kemarin. “Baru kemarin kami dapat informasi dari PT HPU,” ujarnya dikutip dari media zona.my.id. Ditegaskannya, pihak perusahaan membenarkan bahwa telah terjadi kecelakaan […]

  • Warga Gunung Tabur Geger, Sesosok Jenazah Ditemukan di Dalam Rumah

    Warga Gunung Tabur Geger, Sesosok Jenazah Ditemukan di Dalam Rumah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Gunung Tabur — Warga RT 05 Gang Sepakat, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, digegerkan oleh penemuan sesosok jenazah di dalam sebuah rumah pada Selasa malam, 7 April 2026. Jenazah tersebut ditemukan sekitar pukul 20.00 WITA. Hingga pukul 21.16 WITA, proses evakuasi masih berlangsung oleh tim gabungan di lokasi kejadian. Mewakili Kapolsek Gunung Tabur, Wakapolsek Gunung […]

  • Kekurangan Ratusan Guru, Disdik Berau Fokus Benahi Pemerataan Tenaga Pendidik

    Kekurangan Ratusan Guru, Disdik Berau Fokus Benahi Pemerataan Tenaga Pendidik

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 361
    • 0Komentar

    BERAU – Dinas Pendidikan Kabupaten Berau masih menghadapi persoalan kekurangan tenaga pendidik di sejumlah wilayah. Meski beberapa sekolah di kawasan perkotaan mengalami kelebihan guru mata pelajaran tertentu, kebutuhan tenaga pengajar di kampung dan daerah pedalaman masih cukup tinggi. Ketimpangan distribusi guru disebut menjadi persoalan utama yang hingga kini belum terselesaikan. Sekolah-sekolah di wilayah terpencil masih […]

expand_less