Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pembangunan » Akses Mobil Tertutup di Gang Sei Tarum, DPRD Berau Tunggu Kejelasan Status Lahan

Akses Mobil Tertutup di Gang Sei Tarum, DPRD Berau Tunggu Kejelasan Status Lahan

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 264
  • print Cetak

BERAU – Akses warga di Gang Sei Tarum, RT 11 Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sei Bedungun, kian terjepit setelah proyek semenisasi pada 2024. Jalan lingkungan yang dulu masih bisa dilalui mobil, kini dinilai terlalu sempit untuk kendaraan roda empat. Kekhawatiran soal keselamatan pun mencuat: bagaimana jika terjadi kebakaran atau warga butuh ambulans?

Keluhan itu dibawa langsung warga ke rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Berau, Senin, 25 Mei 2026. Di hadapan anggota dewan, perwakilan warga RT 11, Saiful Nasir Dahlan, memaparkan perubahan kondisi gang mereka setelah pengecoran jalan.

Menurut Saifulnasir, sebelum semenisasi, mobil masih dapat keluar-masuk gang. Namun, alih-alih memperbaiki akses, pengerjaan jalan justru membuat ruang gerak kendaraan menyempit.

“Dulu awalnya mobil masih bisa masuk. Setelah disemenisasi malah jadi sempit. Kami khawatir kalau ada kejadian darurat seperti kebakaran atau ambulans, kendaraan tidak bisa masuk ke dalam gang,” ujarnya dalam forum RDP pada Senin (25/05/2026).

Ia menyebut persoalan ini bukan baru sekali diadukan. Warga telah berulang kali menyampaikan keberatan ke pengurus RT, kelurahan, hingga kecamatan. Namun, sampai kini belum ada solusi yang mereka anggap jelas.

Di hadapan dewan, Saifulnasir juga mempertanyakan status lahan di beberapa titik yang disebut-sebut sebagai pemicu penyempitan jalan. Warga, kata dia, tidak pernah diberi penjelasan gamblang soal batas bidang maupun dokumen kepemilikan lahan di sekitar akses gang tersebut.

Saifulnasir mendesak DPRD Berau turun langsung meninjau lokasi agar dapat menilai sendiri kondisi terkini jalan lingkungan itu.

“Kalau melihat langsung ke lokasi pasti tahu kondisinya seperti apa sekarang. Memang sudah tidak bisa dilewati mobil,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelum dicor, akses ke Gang Sei Tarum hanyalah jalan tanah yang sehari-hari digunakan warga. Masalah mulai muncul ketika proses semenisasi dilakukan pada 2024. Di tengah pekerjaan, pemilik lahan di sekitar gang disebut tidak mengizinkan pelebaran jalan ke area yang diklaim sebagai tanah miliknya. Imbasnya, badan jalan yang disemen mengikuti sisa ruang yang ada dan bukannya diperlebar.

Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto, menegaskan lembaganya belum bisa mengambil keputusan apa pun karena status lahan di sepanjang akses jalan itu masih kabur.

Menurut Subroto, hal pertama yang harus dibereskan adalah kejelasan legalitas tanah: apakah benar milik pribadi, sudah pernah dihibahkan, atau sejak awal direncanakan sebagai fasilitas umum untuk jalan.

“Harus dipastikan dulu tanah itu statusnya bagaimana. Apakah memang tanah pribadi atau sudah menjadi jalan untuk masyarakat,” ujarnya.

Subroto menilai persoalan ini sensitif dan berpotensi memicu gesekan baru di tengah warga bila ditangani serampangan. Karena itu, DPRD meminta jajaran di bawah—mulai dari RT, kelurahan, hingga kecamatan—untuk menelusuri dan memastikan kembali dokumen kepemilikan lahan yang kini menjadi akses jalan.

Ia menambahkan, jika nantinya terbukti lahan itu memang milik pribadi, pemerintah daerah perlu menyiapkan beberapa opsi penyelesaian. Salah satunya, mempertimbangkan pembebasan lahan atau membuka jalur alternatif yang tidak bermasalah.

Menurut Subroto, di sekitar gang tersebut masih ada ruas lain yang berpotensi dijadikan akses, hanya saja belum dituntaskan penanganannya.

“Kami sarankan jalan yang tidak ada masalah itu diselesaikan dulu supaya masyarakat tetap punya akses,” jelasnya.

Sebagai langkah awal, DPRD Berau melalui Komisi II akan melayangkan surat resmi kepada pihak kecamatan. Tujuannya, meminta kecamatan memfasilitasi pertemuan antara warga dengan pihak yang mengklaim kepemilikan lahan.

Subroto mengungkapkan, hingga kini belum pernah ada forum mediasi yang mempertemukan kedua pihak secara langsung. Selama ini, laporan hanya mengalir satu arah dari warga ke lurah dan camat tanpa duduk bersama mencari jalan tengah.

“Harus dipanggil semua pihak supaya jelas maunya bagaimana. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut sementara masyarakat yang terdampak,” pungkasnya. (/tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Air Bersih di Maratua, DPRD Berau Dorong Teknologi Penyulingan Air Laut

    Krisis Air Bersih di Maratua, DPRD Berau Dorong Teknologi Penyulingan Air Laut

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    BERAU — Persoalan air bersih di Pulau Maratua yang belum teratasi dengan baik dinilai dapat berdampak pada aktivitas harian masyarakat kampung hingga sektor pariwisata yang selama ini menjadi andalan wilayah kepulauan tersebut. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau menyarankan penggunaan teknologi penyulingan air laut menjadi air tawar atau desalinasi sebagai salah satu solusi penanganan krisis […]

  • 49 Knalpot Brong Disita, Era ETLE di Berau: Pelanggaran Langsung Terekam

    49 Knalpot Brong Disita, Era ETLE di Berau: Pelanggaran Langsung Terekam

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 703
    • 0Komentar

    BERAU – Satuan Lalu Lintas Polres Berau melaporkan situasi lalu lintas selama Operasi Keselamatan Mahakam 2026 relatif terkendali. Dalam konferensi pers, Senin, 23 Februari 2026, jajaran Satlantas menyebut tidak terjadi lonjakan angka kecelakaan selama operasi yang berlangsung sejak pertengahan Januari hingga awal Februari tersebut. Kepala Satlantas Polres Berau, Rhondy Hermawan, mengatakan upaya pencegahan dan penegakan […]

  • Bupati Berau: Rumah Tenun Jadi Simbol Kebangkitan Kearifan Lokal

    Bupati Berau: Rumah Tenun Jadi Simbol Kebangkitan Kearifan Lokal

    • calendar_month Selasa, 10 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.130
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Rumah tenun yang menjadi salah satu harapan para pengrajin tenun di Kabupaten Berau akan segera tuntas dibangun. Rumah tenun ini merupakan usulan yang telah diajukan sejak 2021 oleh Pemkab Berau, melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau. “Sudah berjalan 2 tahun pembangunannya ini. Saat ini memang sudah finishing-finishing saja. Artinya seperti […]

  • Gebyar Pajak Tahun 2024, Diharap Dapat mendukung Ekonomi Keuangan di Berau

    Gebyar Pajak Tahun 2024, Diharap Dapat mendukung Ekonomi Keuangan di Berau

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 819
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten Berau bekerja sama oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dalam memberikan apresiasi bagi wajib pajak yang membayar pajak dengan taat. Apresiasi di berikan pada acara Gebyar Pajak Tahun 2024 di Balai Mufakat. Senin, (2/12/2024). Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Djupiansyah Ganie, menyampaikan kegiatan Gebyar Pajak Daerah 2024 ini bertujuan untuk memberikan […]

  • Mulai Hari Ini, KPU Berau Distribusikan Logistik Pilkada untuk Kecamatan Terjauh

    Mulai Hari Ini, KPU Berau Distribusikan Logistik Pilkada untuk Kecamatan Terjauh

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 810
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Berau hari ini resmi memulai pendistribusian logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dari Gudang KPU yang terletak di Jalan Durian III, Tanjung Redeb. Proses pendistribusian ini dilakukan untuk memastikan logistik sampai ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada H-1 pemilihan. Dikatakan Ketua KPU Berau, Budi Harianto, pendistribusian logistik dimulai […]

  • Amphiteater Samping Perpusda Berau Mangkrak, Bupati Minta Segera Difungsikan untuk Edukasi Anak dan Kegiatan Masyarakat

    Amphiteater Samping Perpusda Berau Mangkrak, Bupati Minta Segera Difungsikan untuk Edukasi Anak dan Kegiatan Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 21 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 594
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Hingga kini gedung amphiteater yang ada di samping Taman Sanggam dan Perpustakaan Daerah (Perpusda) belum juga terlihat tanda akan difungsikan. Hal ini pun menjadi pertanyaan bagi masyarakat, padahal pembangunannya fisiknya sudah selesai sejak tahun 2024 lalu. “Saya mengamati perkembangan perpusda ini. Dan di belakangnya ada bangunan amphitheater. Tolong itu segera dimanfaatkan. Kalau […]

expand_less