Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Viral Truk Tangki CPO Tabrak Avanza di Kelay, Penegakan Perda Dipertanyakan

Viral Truk Tangki CPO Tabrak Avanza di Kelay, Penegakan Perda Dipertanyakan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 211
  • print Cetak

BERAU — Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan truk pengangkut Crude Palm Oil (CPO) dan mobil Toyota Avanza terjadi di kawasan Kilometer 35, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau. Peristiwa itu viral di media sosial setelah video amatir warga tersebar luas.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat kondisi kecelakaan yang cukup parah. Mobil Avanza mengalami kerusakan berat di bagian depan setelah bertabrakan dengan truk tangki CPO. Sejumlah korban tampak mengalami luka-luka dan tergeletak di badan jalan sambil menunggu pertolongan warga.

Salah satu korban yang diduga sopir Avanza terlihat terkapar di tengah jalan dalam kondisi mengenaskan. Warga di lokasi terdengar panik sambil berupaya membantu proses evakuasi sebelum petugas datang.

“Tolong dulu bapak itu, kasih naik dulu,” ucap warga yang merekam kejadian, Rabu, 27 Mei 2026.

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab kecelakaan maupun jumlah korban dalam insiden tersebut. Namun peristiwa itu kembali memunculkan sorotan terhadap aktivitas truk bertonase besar pengangkut sawit dan CPO yang masih melintas di jalan umum di Kabupaten Berau.

Padahal Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah memiliki aturan khusus terkait penggunaan jalan umum untuk angkutan batubara dan kelapa sawit. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 10 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Jalan Umum dan Jalan Khusus untuk Kegiatan Pengangkutan Batubara dan Kelapa Sawit.

Dalam perda tersebut dijelaskan penggunaan jalan umum untuk aktivitas hauling sawit dan batubara harus dibatasi dan diarahkan menggunakan jalan khusus.

Pada konsideran perda disebutkan penggunaan jalan umum oleh angkutan sawit dan tambang dapat mengurangi tingkat keamanan dan kenyamanan masyarakat, menimbulkan gangguan sosial, hingga menurunkan kualitas lingkungan.

Bahkan dalam Pasal 6 Perda Nomor 10 Tahun 2012 ditegaskan bahwa kegiatan pengangkutan batubara dan kelapa sawit wajib menggunakan jalan khusus. Perusahaan juga diwajibkan menyediakan akses jalan hauling sendiri sebagai bagian dari aktivitas operasional.

Namun dalam praktik di lapangan, truk pengangkut CPO masih kerap terlihat melintas di sejumlah ruas jalan umum di Berau, termasuk jalur penghubung antarkecamatan yang digunakan masyarakat sehari-hari.

Kondisi tersebut selama ini banyak dikeluhkan warga karena dinilai mempercepat kerusakan jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Sebagian kendaraan juga diduga membawa muatan berat melebihi kapasitas jalan.

Perda tersebut diperkuat melalui Peraturan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 43 Tahun 2013 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyelenggaraan Jalan Umum dan Jalan Khusus untuk Kegiatan Pengangkutan Batubara dan Kelapa Sawit.

Dalam aturan itu, perusahaan yang masih menggunakan jalan umum diwajibkan mengantongi izin serta memenuhi ketentuan terkait kelas jalan, tonase kendaraan, keselamatan lalu lintas, hingga tanggung jawab pemeliharaan jalan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga telah membentuk tim terpadu pengawasan angkutan sawit dan batubara melalui Surat Keputusan Gubernur untuk mengawasi implementasi perda tersebut.

Meski demikian, aktivitas truk hauling sawit dan CPO di jalan umum hingga kini masih menjadi persoalan yang terus berulang di sejumlah daerah di Kalimantan Timur, termasuk Kabupaten Berau.

Kecelakaan di Kilometer 35 Kelay itu pun kembali menjadi pengingat tingginya risiko keberadaan kendaraan bertonase besar di jalur umum yang digunakan masyarakat.(*)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Berau Dorong Pemerintah Bangun Rumah Restorative Justice di Setiap Kecamatan

    DPRD Berau Dorong Pemerintah Bangun Rumah Restorative Justice di Setiap Kecamatan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Ketua DPRD Kabupaten Berau, Dedy Okto Nooryanto, mendorong Pemerintah Kabupaten Berau untuk memperluas pembangunan Rumah Restorative Justice (RRJ) ke seluruh kecamatan, tidak hanya terbatas di Kecamatan Tanjung Redeb. Menurutnya, langkah ini krusial guna memastikan pemerataan akses keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat di wilayah tersebut. Dedy menilai bahwa keberadaan RRJ di setiap kecamatan tidak […]

  • Polisi Tangkap Pria Terduga Pengedar Sabu di Gunung Panjang

    Polisi Tangkap Pria Terduga Pengedar Sabu di Gunung Panjang

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 67
    • 0Komentar

    BERAU – Seorang pria berinisial GRS (27) diamankan aparat gabungan Unit Reskrim Polsek Gunung Tabur dan Satresnarkoba Polres Berau dalam kasus dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Kelurahan Gunung Panjang, Kecamatan Tanjung Redeb, Rabu (24/6/2026). Dalam penindakan tersebut, polisi menyita tiga poket sabu dengan berat bruto 1,54 gram serta sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan […]

  • Soroti Transparansi CSR, Sutami Usul Peninjauan Langsung

    Soroti Transparansi CSR, Sutami Usul Peninjauan Langsung

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 882
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Anggota DPRD Kabupaten Berau, Sutami, meminta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Bumi Batiwakkal untuk meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR). Ia menilai keterbukaan informasi mengenai program CSR penting agar pemerintah daerah dan masyarakat dapat mengetahui secara jelas kontribusi perusahaan terhadap pembangunan di daerah. Menurut Sutami, berbagai program CSR yang dijalankan […]

  • Pupuk Lokal Berau Perlu Perlindungan Hukum

    Pupuk Lokal Berau Perlu Perlindungan Hukum

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 662
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Petani di Kabupaten Berau saat ini sudah mulai memproduksi pupuk lokal. Namun, dukungan yang ada masih sangat kurang. Padahal pupuk ini berpotensi dipasarkan tak hanya dalam daerah saja, tapi juga bisa keluar Berau. “Kampung Kayu Indah Kecamatan Batu Putih sudah bisa membuat pupuk sendiri. Itu perlu didukung semua pihak terutama Pemkab Berau. […]

  • Penyakit Asma dan Maag Sebabkan Beberapa Peserta Jumbara Perlu Perawatan

    Penyakit Asma dan Maag Sebabkan Beberapa Peserta Jumbara Perlu Perawatan

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.054
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Ketua PMI Berau, Fitrial Noor membantah maraknya informasi yang beredar, bahwa telah terjadi keracunan makanan terhadap sejumlah peserta kemah Jumbara yang ada di Stadion Mini Teluk Bayur. Fitrial Noor menjelaskan, sekira pukul 20.00 WITA malam tadi, hujan deras disertai angin kencang melanda bumi perkemahan. Tak ayal, membuat tenda-tenda peserta yang terpasang porak […]

  • Ruang Publik di Tanjung Redeb: Investasi untuk Masa Depan Wisata

    Ruang Publik di Tanjung Redeb: Investasi untuk Masa Depan Wisata

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.376
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Keindahan Kabupaten Berau khususnya Kota Tanjung Redeb semakin terlihat. Setelah lampu tematik, disusul ornamen elemen estetis yang menambah kecantikan tampilan jembatan Sambaliung. Namun, hal ini harus dibarengi dengan adanya ruang publik yang terbuka bagi masyarakat. “Ini sudah bagus ada ornamen khas Beraunya, yang bisa jadi background spot foto. Tapi sayang halaman atau […]

expand_less