Banyak Lulusan Pelatihan Buka Usaha Sendiri, Pengangguran Berau Turun
- account_circle admin
- calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
- visibility 141
- comment 0 komentar
- print Cetak

Banyak Lulusan Pelatihan Buka Usaha Sendiri, Pengangguran Berau Turun
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih mendorong percepatan pengurangan angka pengangguran di wilayahnya dengan memperluas akses masyarakat terhadap pelatihan kerja berbasis kompetensi. Ia menilai program pelatihan yang dijalankan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Berau menjadi langkah strategis untuk membangun sumber daya manusia lokal yang siap kerja sekaligus mampu membuka usaha mandiri.
“Program pelatihan ini sangat strategis dalam membangun SDM lokal yang unggul. Pemerintah Kabupaten Berau mendukung penuh pelaksanaannya, termasuk percepatan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) agar pelatihan bisa dilakukan secara mandiri tanpa bergantung ke daerah lain,” kata Sri Juniarsih beberapa waktu lalu.
Sri Juniarsih menegaskan, keberadaan BLK di Berau akan memperluas jangkauan peserta dan menekan biaya yang selama ini menjadi kendala, terutama untuk pelatihan yang membutuhkan peralatan dan fasilitas berat. Ia berharap pembangunan BLK dapat segera terealisasi agar pelatihan kerja di Berau lebih efektif, efisien, dan dapat diikuti lebih banyak warga yang membutuhkan keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Disnakertrans Berau memang tengah menggencarkan program pelatihan kerja berbasis kompetensi untuk menjawab kebutuhan pasar kerja sekaligus menekan angka pengangguran. Tahun ini, sedikitnya enam jenis pelatihan digelar, antara lain di bidang make up artist (MUA), barbershop, menjahit, pengemudi, mekanik dan operator alat berat, pendingin (AC), hingga otomotif.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Berau, Agus Sumarsono, menjelaskan seluruh pelatihan yang dilaksanakan berbasis kompetensi dan akan memberikan sertifikat resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Sertifikat ini menjadi bukti keterampilan peserta di mata industri.
“Sebagian besar peserta memilih untuk membuka usaha mandiri usai pelatihan. Ini menjadi salah satu indikator keberhasilan program, karena mereka tidak hanya terampil secara teknis tetapi juga siap menjadi pelaku usaha,” kata Agus.
Menurut Agus, banyak alumni pelatihan kini sudah membuka usaha barbershop, salon, atau bengkel secara mandiri setelah memegang sertifikat resmi. Sebagian lainnya direkrut perusahaan karena telah memiliki keterampilan tersertifikasi.
Namun, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan. Karena belum memiliki BLK, Berau harus bekerja sama dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Samarinda dan Balikpapan, terutama untuk pelatihan yang memerlukan peralatan berat dan simulator. Sementara pelatihan seperti pendingin (AC) dan otomotif masih bisa dilakukan di Berau dengan mendatangkan instruktur dari Balikpapan.
“Untuk operator alat berat dan mekanik, kami harus kirim peserta ke Balikpapan. Kami belum memiliki simulator dan fasilitas pendukung di sini,” ujarnya.
Setiap program pelatihan hanya membuka 16 peserta dengan proses seleksi ketat, meliputi tes tertulis, pemeriksaan kesehatan, dan wawancara. Disnakertrans juga memfasilitasi penyaluran lulusan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja terampil.
“Kami tidak hanya melatih, tetapi juga membantu alumni yang layak untuk mendapatkan pekerjaan dengan merekomendasikan mereka ke perusahaan,” kata Agus. (yf/adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar