Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Beri Perhatian Khusus Stunting Berau, Sri Juniarsih Aktif Ajak Masyarakat ke Posyandu 

Beri Perhatian Khusus Stunting Berau, Sri Juniarsih Aktif Ajak Masyarakat ke Posyandu 

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
  • visibility 1.092
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Stunting menjadi salah satu masalah yang terus menjadi perhatian, mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten. Untuk Kabupaten Berau sendiri, angka stunting yang masih cukup tinggi juga menjadi fokus utama.

Di masa kepemimpinan Sri Juniarsih, kasus stunting menjadi keseriusan yang terus diupayakan agar angkanya bisa turun. Bahkan, di setiap kesempatan saat melakukan kunjungan baik di kecamatan maupun kampung, dirinya aktif mengajak masyarakat untuk datang ke posyandu.

“Karena posyandu jadi ujung tombak. Dengan mendatangi posyandu, maka perkembangan pertumbuhan anak akan terlihat. Dan dari situlah juga akan terlihat pula apakah si anak ini memiliki gejala menuju ke arah stunting atau tidak, sehingga bisa dilakukan pencegahan,” ungkap Sri Juniarsih.

Diketahui, pada tahun 2023 lalu di Kecamatan Gunung Tabur terdapat tiga kampung yang menjadi Lokasi Khusus (Lokus) stunting, karena tingkat prevalensi stunting yang tinggi, yakni Kampung Gunung Tabur 30,09 persen, Maluang 33,75 persen dan Melati Jaya 28,57 persen.

Dimana untuk angka anak stunting di Gunung Tabur sebanyak 96 anak, Maluang 81 anak dan Melati Jaya 20 anak. Kemudian jumlah keluarga yang berisiko stunting di Kampung Gunung Tabur sebanyak 684 keluarga. Angka tersebut menjadi yang tertinggi ketiga se-Kabupaten Berau, setelah Kecamatan Sambaliung dan Tanjung Redeb.

Menurutnya, upaya-upaya intervensi spesifik khususnya pada gizi ibu hamil sangat perlu dilakukan. Sehingga, peran aktif dari Posyandu dan Puskesmas sangat dinantikan dalam memberikan edukasi dan pendampingan gizi pada ibu hamil.

“Kita dapat mengoptimalkan angka kunjungan, pengukuran, pemberian makanan tambahan dan penyuluhan serta bekerja sama dengan tenaga kesehatan. Makanya saya selalu mengingatkan dan mengajak para ibu ke posyandu, karena sangat penting,” imbuhnya.

Prevalensi stunting di Kecamatan Tanjung Redeb yang merupakan ibukota kabupaten pun masih cukup besar yakni di angka 17,95%. Dan jumlah anak yang mengalami stunting sebanyak 28 anak, serta jumlah keluarga yang beresiko stunting sebanyak 735 keluarga.

Sri Juniarsih pun menganggap hal ini sangat serius, mengingat Kecamatan Tanjung Redeb merupakan ibukota kabupaten, yang penanggulangannya bisa melalui petugas puskesmas dan kader posyandu.

Namun, menurutnya penurunan stunting ini merupakan tugas bersama dalam arti memberikan pemahaman dan edukasi kepada orang tua yang memiliki balita atau remaja putri tentang penanggulangan stunting.

Intervensi stunting pun tidak hanya dilakukan pada bulan tertentu saja, tapi OPD terkait harus selalu melakukan intervensi setiap bulannya. Sri Juniarsih pun mengatakan akan memperkuat ibu bapak asuh anak stunting dalam teknis pendistribusian dan penerapan 8 aksi konvergensi.

Karena seharusnya penanganan stunting dimulai sejak usia remaja, calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, hingga 1.000 hari pertama kelahiran dan keluarga yang menerima manfaat.

“Harus dipastikan anaknya mengkonsumsi makanan bergizi karena masa keemasan anak sejak usia 0-6 tahun,” tegasnya.

Pemkab Berau pun berkomitmen akan terus aktif mendampingi posyandu, sebagai upaya intervensi spesifik dan pencegahan yang bisa dilakukan secara nasional. Dan upaya ini dilakukan mulai dari level posyandu dengan mengoptimalkan angka kunjungan, pengukuran lingkar kepala dan lengan anak, pemberian makanan tambahan, penyuluhan sampai bekerjasama dengan nakes.

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Berau Dorong Solusi Terbaik untuk Kejelasan Status Relawan Nakes

    DPRD Berau Dorong Solusi Terbaik untuk Kejelasan Status Relawan Nakes

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – DPRD Kabupaten Berau menyoroti kondisi tenaga kesehatan (nakes) di wilayah pesisir Kecamatan Biatan yang dinilai masih kekurangan sumber daya, sekaligus belum jelasnya status sejumlah nakes yang masih berlabel relawan. Anggota Komisi I DPRD Berau Thamrin mengatakan persoalan tersebut tidak hanya terkait keterbatasan jumlah tenaga kesehatan, tetapi juga menyangkut kepastian status para relawan […]

  • Pria 56 Tahun Ditikam 10 Kali di Berau, Polisi Dalami Dugaan Dendam Lama

    Pria 56 Tahun Ditikam 10 Kali di Berau, Polisi Dalami Dugaan Dendam Lama

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 276
    • 0Komentar

    BERAU – Insiden berdarah yang menimpa seorang pria paruh baya di Jalan Bujangga, Kelurahan Sei Bedungun, pada Selasa (28/4/2026) malam, mengarah pada dugaan motif dendam pribadi. Meski pelaku masuk melalui jendela, aksi penikaman brutal secara berulang kali tanpa mengambil barang berharga memperkuat indikasi adanya persoalan lama antara pelaku dan korban. Korban bernama Ramli (56) kini […]

  • SIGAP dari Berau hingga Bulungan, Model Baru Pembangunan Hijau Berbasis Desa

    SIGAP dari Berau hingga Bulungan, Model Baru Pembangunan Hijau Berbasis Desa

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 284
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Di saat tekanan terhadap hutan dan krisis lingkungan kian menguat di berbagai daerah, sejumlah kampung di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara memilih jalur berbeda: membangun dari desa dengan menaruh pengelolaan sumber daya alam dan partisipasi warga sebagai titik tumpu. Pengalaman itu dipaparkan dalam Ekspos Program SIGAP bertajuk “Simpul Hijau: Merayakan Kolaborasi Pembangunan Daerah […]

  • Industri Cokelat Lokal Dibina untuk Tembus Pasar Lebih Luas

    Industri Cokelat Lokal Dibina untuk Tembus Pasar Lebih Luas

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) terus memperkuat ekosistem industri cokelat lokal sebagai bagian dari pembangunan ekonomi kreatif berbasis potensi kampung. Tahun ini, perhatian diarahkan pada penguatan UMKM pengolah kakao agar mampu menghasilkan produk yang lebih variatif, kompetitif, dan memiliki nilai budaya lokal sebagai identitas daerah. Kepala Diskoperindag […]

  • Bonus Atlet Berau Masih Belum Jelas, KONI Desak Segera Dianggarkan

    Bonus Atlet Berau Masih Belum Jelas, KONI Desak Segera Dianggarkan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 850
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Penantian para atlet Kabupaten Berau yang telah mengharumkan nama daerah melalui berbagai ajang olahraga, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON), masih belum berakhir. Hingga kini, kejelasan terkait pencairan bonus yang dijanjikan masih menjadi tanda tanya besar. Ketua KONI Berau, Taupan Majid, menyampaikan bahwa persoalan bonus atlet turut menjadi pembahasan dalam rapat dengar pendapat […]

  • Biaya Transportasi Masih Tinggi, Sujarwo Dukung Prioritas Pembenahan Destinasi Sebelum Promosi Wisata Berau

    Biaya Transportasi Masih Tinggi, Sujarwo Dukung Prioritas Pembenahan Destinasi Sebelum Promosi Wisata Berau

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Anggota Komisi II DPRD Berau, Sujarwo Arif Widodo, menyoroti mahalnya biaya transportasi sebagai kendala utama dalam menarik wisatawan datang ke Bumi Batiwakkal. Ia menilai sikap Disbudpar yang fokus pada pembenahan destinasi sebelum melakukan promosi besar-besaran adalah langkah yang sangat tepat dan realistis. Menurut Sujarwo, pengembangan pariwisata yang tidak hanya mengedepankan kuantitas kunjungan […]

expand_less