Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Beri Perhatian Khusus Stunting Berau, Sri Juniarsih Aktif Ajak Masyarakat ke Posyandu 

Beri Perhatian Khusus Stunting Berau, Sri Juniarsih Aktif Ajak Masyarakat ke Posyandu 

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
  • visibility 1.044
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Stunting menjadi salah satu masalah yang terus menjadi perhatian, mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten. Untuk Kabupaten Berau sendiri, angka stunting yang masih cukup tinggi juga menjadi fokus utama.

Di masa kepemimpinan Sri Juniarsih, kasus stunting menjadi keseriusan yang terus diupayakan agar angkanya bisa turun. Bahkan, di setiap kesempatan saat melakukan kunjungan baik di kecamatan maupun kampung, dirinya aktif mengajak masyarakat untuk datang ke posyandu.

“Karena posyandu jadi ujung tombak. Dengan mendatangi posyandu, maka perkembangan pertumbuhan anak akan terlihat. Dan dari situlah juga akan terlihat pula apakah si anak ini memiliki gejala menuju ke arah stunting atau tidak, sehingga bisa dilakukan pencegahan,” ungkap Sri Juniarsih.

Diketahui, pada tahun 2023 lalu di Kecamatan Gunung Tabur terdapat tiga kampung yang menjadi Lokasi Khusus (Lokus) stunting, karena tingkat prevalensi stunting yang tinggi, yakni Kampung Gunung Tabur 30,09 persen, Maluang 33,75 persen dan Melati Jaya 28,57 persen.

Dimana untuk angka anak stunting di Gunung Tabur sebanyak 96 anak, Maluang 81 anak dan Melati Jaya 20 anak. Kemudian jumlah keluarga yang berisiko stunting di Kampung Gunung Tabur sebanyak 684 keluarga. Angka tersebut menjadi yang tertinggi ketiga se-Kabupaten Berau, setelah Kecamatan Sambaliung dan Tanjung Redeb.

Menurutnya, upaya-upaya intervensi spesifik khususnya pada gizi ibu hamil sangat perlu dilakukan. Sehingga, peran aktif dari Posyandu dan Puskesmas sangat dinantikan dalam memberikan edukasi dan pendampingan gizi pada ibu hamil.

“Kita dapat mengoptimalkan angka kunjungan, pengukuran, pemberian makanan tambahan dan penyuluhan serta bekerja sama dengan tenaga kesehatan. Makanya saya selalu mengingatkan dan mengajak para ibu ke posyandu, karena sangat penting,” imbuhnya.

Prevalensi stunting di Kecamatan Tanjung Redeb yang merupakan ibukota kabupaten pun masih cukup besar yakni di angka 17,95%. Dan jumlah anak yang mengalami stunting sebanyak 28 anak, serta jumlah keluarga yang beresiko stunting sebanyak 735 keluarga.

Sri Juniarsih pun menganggap hal ini sangat serius, mengingat Kecamatan Tanjung Redeb merupakan ibukota kabupaten, yang penanggulangannya bisa melalui petugas puskesmas dan kader posyandu.

Namun, menurutnya penurunan stunting ini merupakan tugas bersama dalam arti memberikan pemahaman dan edukasi kepada orang tua yang memiliki balita atau remaja putri tentang penanggulangan stunting.

Intervensi stunting pun tidak hanya dilakukan pada bulan tertentu saja, tapi OPD terkait harus selalu melakukan intervensi setiap bulannya. Sri Juniarsih pun mengatakan akan memperkuat ibu bapak asuh anak stunting dalam teknis pendistribusian dan penerapan 8 aksi konvergensi.

Karena seharusnya penanganan stunting dimulai sejak usia remaja, calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, hingga 1.000 hari pertama kelahiran dan keluarga yang menerima manfaat.

“Harus dipastikan anaknya mengkonsumsi makanan bergizi karena masa keemasan anak sejak usia 0-6 tahun,” tegasnya.

Pemkab Berau pun berkomitmen akan terus aktif mendampingi posyandu, sebagai upaya intervensi spesifik dan pencegahan yang bisa dilakukan secara nasional. Dan upaya ini dilakukan mulai dari level posyandu dengan mengoptimalkan angka kunjungan, pengukuran lingkar kepala dan lengan anak, pemberian makanan tambahan, penyuluhan sampai bekerjasama dengan nakes.

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • AMPPH Desak Kadis PU Berau Diperiksa

    AMPPH Desak Kadis PU Berau Diperiksa

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 996
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), tahun ini menganggarkan Rp 122,9 miliar untuk penanganan banjir di Kecamatan Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Dalam anggaran tersebut diperuntukkan untuk pembangunan drainase kawasan permukiman dan peningkatan jalan. Namun proyek itu menjadi sorotan Aliansi Mahasiswa Peduli Penegakan Hukum (AMPPH) Kaltim. Pasalnya, […]

  • Dari Emas Hitam ke Hijau Sawah: Berau Siapkan Transisi Ekonomi

    Dari Emas Hitam ke Hijau Sawah: Berau Siapkan Transisi Ekonomi

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 747
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk lebih serius dalam mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan. Langkah ini dinilai krusial guna mempersiapkan masa depan ekonomi daerah pasca berakhirnya era pertambangan di Bumi Batiwakkal. “Saat ini, sektor tambang masih menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan daerah. Namun, kita harus realistis […]

  • Inovasi Disbudpar Berau Berbuah Manis: Musik dan Pariwisata Tumbuhkan Magnet Wisatawan

    Inovasi Disbudpar Berau Berbuah Manis: Musik dan Pariwisata Tumbuhkan Magnet Wisatawan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Di tengah gemuruh ombak dan langit tropis yang jernih, Maratua semakin menegaskan dirinya sebagai panggung terbuka bagi kreativitas dan industri wisata. Perpaduan musik dan pariwisata bukan lagi sekadar wacana—di Berau, ia telah menjadi strategi promosi yang hidup, bergerak, dan mampu memikat wisatawan hingga ke pulau-pulau terjauh. Kesuksesan Maratua Jazz dan Maratua Musik […]

  • Kewajiban 80 Persen Tenaga Kerja Lokal Disorot, DPRD Berau Pertimbangkan Ubah Perda

    Kewajiban 80 Persen Tenaga Kerja Lokal Disorot, DPRD Berau Pertimbangkan Ubah Perda

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menyoroti aturan mengenai kewajiban penggunaan tenaga kerja lokal di Kabupaten Berau yang dinilai masih menimbulkan multitafsir. Hal tersebut berkaitan dengan ketentuan dalam Peraturan Daerah (Perda) yang menyebutkan porsi tenaga kerja lokal sebesar 80 persen. Menurut Dedy, meskipun angka tersebut tercantum dalam perda, penjabaran pada aturan turunannya […]

  • SDM Rumah Sakit Penting Untuk Ditingkatkan

    SDM Rumah Sakit Penting Untuk Ditingkatkan

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    (15/11/2023) Beraunews.id, Tanjung Redeb — Anggota Komisi II DPRD Berau, Ratna Kalalembang, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk meningkatkan kualitas dokter muda menjadi spesialis. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau. Ratna menilai, pelayanan rumah sakit di Kabupaten Berau saat ini masih belum maksimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan jumlah dokter […]

  • Pembangunan Jalan KBNK di Berau Dilakukan Secara Bertahap karena Kendala Anggaran

    Pembangunan Jalan KBNK di Berau Dilakukan Secara Bertahap karena Kendala Anggaran

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 328
    • 0Komentar

    BERAU – Pembangunan jalan di kawasan berstatus Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK) di Kabupaten Berau belum dapat dilaksanakan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran yang menjadi penghambat utama, sehingga beberapa ruas jalan yang telah ditetapkan sebagai KBNK belum sepenuhnya bisa dilakukan pengaspalan. Fendra Firnawan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, […]

expand_less