Diskominfo Kaltim Bekali Siswa Hadapi Ancaman Digital
- account_circle redaksi Beraunews
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat literasi digital di kalangan pelajar sebagai langkah antisipatif menghadapi derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi. Upaya itu diwujudkan melalui Seminar Edukasi bertajuk “Transformasi Gim Online dan Ancaman Intoleransi di Media Sosial” yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Jumat (13/2/2026), di MA Darul Ihsan, Samarinda.
Kegiatan ini menjadi ruang edukatif bagi para siswa untuk memahami sisi terang sekaligus gelap dunia digital—mulai dari peluang kreatif di ranah gim online hingga ancaman intoleransi dan kejahatan siber yang mengintai di media sosial.
Penelaah Teknis Kebijakan Diskominfo Kaltim, Dafa Ezra, menegaskan bahwa generasi muda merupakan kelompok paling aktif di ruang digital, namun juga paling rentan terhadap berbagai risiko penyalahgunaan teknologi.
“Rendahnya literasi digital dapat membuat generasi muda rentan terhadap penyalahgunaan data pribadi, mulai dari pembuatan akun palsu hingga penipuan berbasis digital,” ujarnya di hadapan peserta seminar.
Dalam paparannya, Dafa menguraikan sejumlah bentuk kejahatan siber (cybercrime) yang kerap terjadi, seperti peretasan akun, penipuan daring, pencurian identitas, serangan malware dan ransomware, phishing, hingga penyebaran hoaks dan praktik cyberbullying. Fenomena tersebut, menurutnya, tidak hanya berdampak pada kerugian materiil, tetapi juga dapat memicu polarisasi dan intoleransi di ruang digital.
Karena itu, ia menekankan pentingnya langkah preventif dalam menjaga keamanan data pribadi. Para siswa didorong untuk menerapkan kebiasaan digital yang aman, seperti menggunakan antivirus, mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), mengganti kata sandi secara berkala, serta selalu waspada terhadap tautan atau pesan mencurigakan.
Tak hanya aspek keamanan, seminar ini juga menyoroti pentingnya etika bermedia sosial. Peserta diajak memahami konsep jejak digital, mengatur privasi akun secara tepat, serta membiasakan diri berpikir kritis sebelum mengunggah atau membagikan konten.
“Pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan digital. Mereka bisa menjadi garda terdepan dalam menyebarkan konten positif, menangkal hoaks, serta membangun ekosistem digital yang sehat dan toleran,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kaltim berharap lahir generasi muda yang tidak sekadar melek teknologi, tetapi juga cakap, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkannya. Dengan literasi digital yang kuat, pelajar diharapkan mampu beradaptasi terhadap perkembangan zaman sekaligus berkontribusi menciptakan ruang siber yang aman, inklusif, dan beretika.(*)
- Penulis: redaksi Beraunews

Saat ini belum ada komentar