DPRD Dorong Promosi Digital dan Kolaborasi Besar-Besaran Antar-OPD
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Kabupaten Berau memiliki laut biru, pulau-pulau eksotis, budaya yang hidup, serta desa wisata yang mulai tumbuh. Namun semua keindahan itu tak akan berarti bila hanya tersimpan menjadi cerita. Menjelang akhir tahun 2025, Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto kembali menegaskan satu pesan penting: Berau harus bergerak, memperkenalkan diri, dan mempromosikan pariwisata dengan cara yang lebih modern, masif, dan terkoordinasi.
Jika infrastruktur dan akses wisata telah mulai dibenahi, kini giliran promosi menjadi fokus kerja besar. Menurut Dedy, persaingan destinasi semakin ketat — daerah saling berlomba bukan dengan keindahan saja, tetapi dengan strategi pemasaran yang kuat.
“Promosi pariwisata harus diperluas melalui kolaborasi lintas sektor. Tidak bisa hanya satu OPD berjalan sendiri,” tegas Dedy.
Ia mendorong Dinas Pariwisata untuk tak hanya mengandalkan media konvensional, tetapi berkolaborasi dengan agen perjalanan, pelaku industri wisata, komunitas lokal hingga asosiasi pariwisata. Tujuannya jelas: jangkauan promosi Berau harus lebih luas, lebih cepat, dan lebih tepat sasaran.
Digitalisasi Jadi Arah Baru — Menembus Wisatawan Muda & Pasar Global
Dedy menyebut, strategi promosi digital wajib diperkuat. Di era ketika orang memilih destinasi melalui search engine, social media reels, travelling vlog, hingga platform booking, Berau tidak boleh terlambat menampilkan dirinya.
“Media sosial dan digital marketing harus dimaksimalkan untuk menjangkau generasi muda dan wisatawan internasional,” ujarnya.
Konten video, foto, paket wisata digital, hingga promosi interaktif perlu digarap lebih progresif. Ini bukan hanya soal tampilan, tapi tentang bagaimana Berau hadir di layar mereka yang tinggal ribuan kilometer jauhnya.
Pariwisata yang Menghidupkan Banyak Sektor
Dedy optimistis promosi yang intensif akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat. Semakin banyak wisatawan datang, semakin besar peluang UMKM kuliner, kerajinan lokal, jasa transportasi, penyedia akomodasi, hingga pemandu wisata untuk berkembang.
“Pariwisata adalah penggerak ekonomi yang mampu membuka lapangan kerja, menghidupkan UMKM, dan meningkatkan PAD,” ungkapnya.
Ia meminta agar sektor swasta dilibatkan untuk menghadirkan paket wisata tematik, lebih terorganisir, lebih mudah diakses wisatawan, dan memiliki nilai jual unik — mulai dari wisata bahari, snorkeling, susur budaya, hingga desa kreatif.
Dengan promosi yang kuat, digitalisasi yang agresif, serta kolaborasi antar-OPD dan masyarakat, Dedy yakin pariwisata Berau tidak hanya siap menyambut wisatawan — tetapi siap bersaing menjadi destinasi unggulan Kalimantan Timur dan Indonesia. (yf/adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar