Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Jejak Perang Dunia II di Berau: Bom Peninggalan Jepang Kembali Ditemukan

Jejak Perang Dunia II di Berau: Bom Peninggalan Jepang Kembali Ditemukan

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
  • visibility 1.641
  • print Cetak

Tanjung Redeb– Tim Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim berhasil melaksanakan peledakan terhadap satu unit bom peninggalan Jepang yang ditemukan oleh warga di Jalan Sungai Buntu, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau.

Komandan Kompi 3 Batalyon C, Hendro, mengungkapkan bahwa bom yang ditemukan tersebut diduga merupakan sisa dari Perang Dunia II.

Penemuan bom tersebut bermula ketika seorang warga yang tengah berkebun menemukan benda mencurigakan dan segera melaporkannya ke Polsek Sambaliung.

Selanjutnya, laporan tersebut diteruskan ke Polres Berau dan diterima oleh Tim Brimob Kompi 3 untuk ditindaklanjuti.

Hendro menjelaskan bahwa beberapa waktu sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan proses disposal (peledakan) terhadap bom serupa di kawasan Gunung Tabur, tepatnya di area PT Tanjung Redeb Hutani (TRH).

Pada peledakan tersebut, Polda Kaltim menerjunkan tiga personel dari tim Gegana yang dilengkapi dengan peralatan khusus untuk menangani bom berbahaya tersebut.

“Tim kami dibantu oleh tiga personel Gegana dalam proses peledakan bom yang memiliki berat 150 kilogram ini,” ujar Hendro.

Bom yang ditemukan memiliki panjang 1 meter dan diameter 30 cm tersebut memiliki daya ledak yang cukup besar, yang dapat menghancurkan wilayah dengan radius hingga 1 kilometer. Mengingat potensi bahaya yang sangat tinggi, Hendro memperingatkan bahwa bom tersebut bisa memicu bencana besar jika tidak ditangani dengan hati-hati.

“Jika bom ini salah penanganan dan meledak, dampaknya bisa setara dengan peristiwa seperti Hiroshima,” tambahnya, menggambarkan betapa berbahayanya benda tersebut jika sampai meledak tanpa penanganan yang tepat.

Komandan Kompi 3 ini juga memperkirakan bahwa masih ada bom-bom peninggalan Perang Dunia II yang tersembunyi di kawasan Sambaliung, mengingat wilayah tersebut pernah menjadi lokasi operasi militer pada masa perang.

Oleh karena itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan segera melapor jika menemukan benda yang mencurigakan.

“Keberadaan bom-bom seperti ini memang masih sering ditemukan di beberapa titik di Berau, dan kami terus berupaya untuk memastikan wilayah ini aman dari ancaman bom peninggalan perang,” jelasnya. (*)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angin Selatan Tekan Pasokan, Dua Ton Ikan Dilepas Harga Modal di Gunung Tabur

    Angin Selatan Tekan Pasokan, Dua Ton Ikan Dilepas Harga Modal di Gunung Tabur

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 88
    • 0Komentar

    GUNUNG TABUR – Musim angin selatan ikut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau dalam menjaga pasokan ikan dan keterjangkauan harga pangan. Di tengah kondisi tersebut, sekitar dua ton ikan dilepas dengan harga modal kepada masyarakat Gunung Tabur, Kamis, (13/8). Ikan itu dijual melalui Pasar Ikan Murah yang digelar di RT 01 Kelurahan Gunung Tabur. Wilayah ini […]

  • Karamnya Kapal Batu Bara di Muara Mantaritip, Nelayan Pilanjau Resah akan Dampak Limbah

    Karamnya Kapal Batu Bara di Muara Mantaritip, Nelayan Pilanjau Resah akan Dampak Limbah

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Kapal tongkang bermuatan 7.000 ton batu bara yang karam di Muara Mantaritip beberapa waktu lalu, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat Pilanjau, khususnya para nelayan yang bergantung pada usaha tambak dan trol. Kapal berkapasitas 300 feet itu diduga milik PT Berau Coal, yang baru saja mengangkut batu bara dari Site Suaran. Dilansir dari […]

  • Sri Juniarsih Mas: Rotasi Pejabat Tunggu Aturan Masa Jabatan

    Sri Juniarsih Mas: Rotasi Pejabat Tunggu Aturan Masa Jabatan

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 611
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Rencana pergeseran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Berau belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat. Meskipun sejumlah tahapan teknis telah dilakukan, pelaksanaan rotasi masih menunggu persetujuan resmi dari pemerintah pusat. Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menyampaikan bahwa proses administratif telah berjalan. Panitia seleksi (pansel) juga telah terbentuk. Namun, tahapan berikutnya […]

  • Bupati Berau Lantik Dua Pejabat Kepala Kampung, Diminta Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan

    Bupati Berau Lantik Dua Pejabat Kepala Kampung, Diminta Perkuat Tata Kelola dan Pelayanan

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Bupati Berau Sri Juniarsih melantik Edwin Sofyan dan Jaidi sebagai pejabat kepala kampung di Balai Mufakat, Senin, 6 April 2026. Keduanya diminta segera menjalankan tugas dengan fokus pada penguatan tata kelola pemerintahan kampung dan pelayanan kepada masyarakat. Edwin Sofyan ditunjuk sebagai Pejabat Kepala Kampung Suaran hingga Desember 2027. Adapun Jaidi menjabat Pejabat […]

  • Sri Juniarsih: Tidak Ada Lagi Kampung Tertinggal, Berau Siap Jadi Kabupaten Termaju

    Sri Juniarsih: Tidak Ada Lagi Kampung Tertinggal, Berau Siap Jadi Kabupaten Termaju

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 987
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Kampanye dan silaturahmi pasangan calon bupati dan wakil bupati Berau, Sri Juniarsih Mas – Gamalis (SraGam), di Kecamatan Batu Putih, pada Minggu (20/10/2024) berhasil menarik perhatian ratusan warga. Acara ini turut dihadiri sejumlah partai pengusung dan tim pemenangan SraGam. Dalam kesempatan ini, calon wakil bupati Berau, Gamalis, menyoroti komitmen Pemkab Berau dalam […]

  • Suhu Berau 36 Derajat, BMKG Minta Kaltim Tak Lengah Hadapi Karhutla

    Suhu Berau 36 Derajat, BMKG Minta Kaltim Tak Lengah Hadapi Karhutla

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 114
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Kalimantan Timur mulai menunjukkan sejumlah sinyal yang membuat kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan perlu ditingkatkan. Dalam sepuluh hari pertama Agustus 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat sekitar 4.700 titik panas atau hotspot di wilayah tersebut. Di Berau, suhu udara bahkan terpantau mencapai 36 derajat Celsius. Dua kondisi itu menjadi perhatian BMKG […]

expand_less