Komisi III Ingin Olahraga Jadi Mesin Prestasi Berau: Infrastruktur, Pelatihan, dan Hak Atlet Harus Diperkuat
- account_circle admin
- calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
- visibility 66
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Dari lapangan-lapangan kampung hingga gelanggang pertandingan resmi, olahraga selalu menjadi tempat di mana anak muda Berau bermimpi. Beberapa dari mereka ingin menjadi pemain nasional, sebagian lain ingin berdiri membawa nama daerah pada podium tertinggi. Namun mimpi, cemerlang sekalipun, butuh ruang untuk tumbuh.
Inilah yang menjadi sorotan Liliansyah, Ketua Komisi III DPRD Berau. Ia mendorong agar olahraga tidak hanya dilihat sebagai kegiatan kompetisi tahunan, tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas manusia Berau.
“Olahraga membentuk karakter, menyusun mental, sekaligus menaikkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Menurut Liliansyah, Berau memiliki banyak bibit atlet potensial. Sayangnya, kemampuan saja tak cukup jika fasilitas tidak mendukung, pelatihan tidak maksimal, dan kesejahteraan atlet tidak mendapat perhatian yang layak.
Fasilitas: Tempat Dimana Prestasi Berawal
Prestasi besar sering dimulai dari tempat sederhana — tetapi fasilitas yang baik membuat mimpi tumbuh lebih cepat. Karena itu, DPRD menilai peningkatan sarana olahraga harus menjadi agenda prioritas.
Stadion yang terawat, lapangan yang layak, tempat latihan yang tertata, hingga pusat pelatihan atlet yang profesional — semua ini bukan kemewahan, melainkan kebutuhan.
“Ini investasi jangka panjang untuk generasi muda dan perkembangan olahraga daerah,” tegas Liliansyah.
Investasi ini bukan hanya membangun gedung atau lapangan, tetapi menyiapkan ruang bagi atlet muda agar bisa berlatih, berkembang, dan suatu waktu mengibarkan nama Berau dalam panggung nasional maupun internasional.
Atlet Perlu Fasilitas — Tapi Mereka Butuh Dihargai Juga
Soal kesejahteraan atlet tak kalah penting. Prestasi lahir dari latihan yang panjang, mental yang kuat, serta tubuh yang dijaga dengan baik. Itu berarti mereka membutuhkan akses pelatihan, asupan kesehatan, pendampingan cedera hingga penghargaan atas prestasi yang diraih.
“Kesejahteraan atlet bukan sekadar honor. Ini tentang perhatian, fasilitas pelatihan, dan rasa dihargai,” jelasnya.
Atlet yang didukung secara layak tidak hanya bertahan, tetapi berkembang. Mereka bukan hanya bertanding, mereka mewakili wajah daerah. (yf/adv)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar