Masih Banyak Speedboat Tanpa GPS, Dishub Berau Siapkan Aturan Baru Demi Keselamatan
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Tanjung Redeb — Pemerintah Kabupaten Berau menyoroti aspek keselamatan transportasi laut, khususnya pada armada speedboat yang beroperasi di wilayah tersebut. Banyak kapal cepat milik masyarakat dinilai masih minim dilengkapi perangkat navigasi modern.
Kepala Dinas Perhubungan Berau, Andi Marewangeng, mengatakan sebagian besar speedboat masih mengandalkan sarana komunikasi sederhana seperti telepon seluler dan radio terbatas.
“Memang saat ini masih banyak yang belum menggunakan alat seperti GPS, masih mengandalkan komunikasi biasa,” kata Andi.
Dinas Perhubungan mendorong peningkatan standar keselamatan melalui penggunaan sistem komunikasi radio pada setiap armada speedboat. Sistem ini direncanakan terintegrasi dengan perangkat pemantau di darat.
“Ke depan kita dorong semua speed wajib memiliki radio. Jadi kalau di tengah laut bisa langsung terpantau dan berkomunikasi,” ujarnya.
Untuk mendukung sistem tersebut, Dishub berencana memasang repeater di sejumlah titik strategis, salah satunya di kawasan Tanjung Batu. Perangkat itu diharapkan dapat memperkuat jangkauan komunikasi antara kapal dan petugas di darat, terutama saat kondisi darurat.
Sementara itu, untuk kapal berukuran lebih besar, sebagian sudah mulai menggunakan sistem komunikasi satelit yang memungkinkan pemantauan lebih akurat.
“Kalau untuk speed besar sudah ada yang menggunakan komunikasi satelit, jadi bisa dipantau,” kata Andi.
Ia menambahkan peningkatan standar keselamatan akan dilakukan secara bertahap. Hal ini mempertimbangkan sebagian besar pelaku usaha transportasi laut di Berau berasal dari masyarakat yang berkembang secara mandiri.
“Ini kan banyak pelaku usaha yang awalnya berkembang sendiri. Kita beri waktu, mungkin lima tahun ke depan mereka harus memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap upaya tersebut dapat meningkatkan keselamatan pelayaran di wilayah Berau, seiring dengan pertumbuhan sektor transportasi dan pariwisata.(*/tnr)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar