Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Menyembuhkan Luka, Mengembalikan Senyum: Upaya DPPKBP3A Berau Dampingi Korban Kebakaran

Menyembuhkan Luka, Mengembalikan Senyum: Upaya DPPKBP3A Berau Dampingi Korban Kebakaran

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
  • visibility 851
  • print Cetak

TANJUNG REDEB – Di tengah kepulan asap yang perlahan menghilang, tersisa puing-puing dan kepedihan mendalam bagi para korban kebakaran yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Berau. Bagi orang dewasa, kehilangan rumah dan harta benda tentu menjadi pukulan berat. Namun bagi anak-anak, trauma yang ditinggalkan bisa lebih dalam dan berkepanjangan.

Menyadari hal itu, Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Berau bergerak cepat. Melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Berau, mereka turun ke lapangan, mendampingi perempuan dan anak-anak yang terdampak.

“Kami ingin memastikan mereka tidak hanya mendapatkan bantuan materi, tetapi juga perlindungan psikososial agar bisa pulih dari trauma,” ujar Kepala DPPKBP3A Berau, Rabiatul Islamiah.

Musibah kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan ini memang menimbulkan dampak luas. Selain kehilangan tempat tinggal, anak-anak korban kebakaran juga menghadapi tantangan untuk kembali ke sekolah. Rabiatul menegaskan bahwa kebutuhan mereka tidak hanya sekadar sandang dan pangan, tetapi juga perlengkapan sekolah agar hak pendidikan mereka tetap terpenuhi.

“Saat ini kami masih menunggu data lengkap agar bantuan, seperti seragam dan alat tulis, bisa segera kami salurkan,” tambahnya.

Lebih dari sekadar bantuan fisik, tim Puspaga berupaya mengobati luka yang tak terlihat,trauma psikologis. Konselor Puspaga Berau, Nur Hidayah, menjelaskan bahwa anak-anak yang menjadi korban kebakaran masuk dalam kategori Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK). Mereka membutuhkan perhatian lebih agar bisa kembali menjalani hari-hari mereka dengan tenang.

“Ketika ada laporan tentang anak-anak korban bencana, kami langsung menyiapkan tim untuk turun ke lapangan dan memberikan psychological first aid,” ungkapnya.

Pendampingan ini tidak dilakukan secara seragam. Setiap anak memiliki pengalaman dan respons berbeda terhadap bencana yang mereka alami. Oleh karena itu, tim Puspaga melakukan asesmen untuk menyesuaikan metode pendampingan.

“Untuk anak-anak, kami biasanya menggunakan play therapy. Melalui permainan, mereka bisa lebih nyaman mengekspresikan perasaan dan mengatasi trauma yang mereka alami,” jelasnya.

Sayangnya, belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan layanan Puspaga Berau. Padahal, layanan ini tersedia secara gratis. Karena itu, tim Puspaga sering kali harus jemput bola, mendatangi korban berdasarkan laporan dari guru, orang tua, atau masyarakat sekitar.

“Masih banyak yang belum menyadari pentingnya pendampingan psikologis. Kami berharap semakin banyak masyarakat yang tahu bahwa Puspaga ada untuk mereka,” katanya.

Di balik kesedihan yang menyelimuti para korban kebakaran, ada harapan yang perlahan mulai tumbuh. Upaya pemulihan yang dilakukan DPPKBP3A Berau dan Puspaga bukan sekadar memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membangun kembali masa depan yang sempat terhenti.

Rabiatul Islamiah berharap, intervensi yang dilakukan pihaknya dapat membantu anak-anak dan perempuan korban bencana menemukan kembali rasa aman mereka.

“Kami akan terus berupaya memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang layak dan bantuan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” pungkasnya.

Di tengah puing-puing yang tersisa, perlahan, senyum anak-anak mulai kembali. Ada tangan-tangan yang siap merangkul mereka, memastikan bahwa meski tertimpa musibah, mereka tidak sendiri. (Marta)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Disbudpar Fokus Siapkan Destinasi Siap Pasar sebelum Ekspansi Promosi

    Disbudpar Fokus Siapkan Destinasi Siap Pasar sebelum Ekspansi Promosi

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau terus menunjukkan keseriusannya menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), berbagai langkah pembenahan kini disiapkan agar destinasi wisata di Bumi Batiwakkal semakin kompetitif dan berdaya tarik tinggi. Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, mengatakan upaya pengembangan pariwisata saat ini difokuskan pada penguatan kualitas […]

  • Legislatif Dorong Pemkab Berau Berpihak pada Sektor Pariwisata dengan Alokasi Anggaran Nyata

    Legislatif Dorong Pemkab Berau Berpihak pada Sektor Pariwisata dengan Alokasi Anggaran Nyata

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 521
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Alokasi anggaran minim untuk sektor pariwisata di Kabupaten Berau menuai kritik tajam dari kalangan legislatif. Dengan jumlah kegiatan dan program yang cukup banyak, namun hanya didukung dana terbatas, efektivitas pengembangan pariwisata daerah pun dipertanyakan. Anggota DPRD Berau, Sutami, secara tegas menyuarakan kekecewaannya terhadap rendahnya komitmen pemerintah daerah dalam mendukung sektor yang sejatinya […]

  • Pemkab Berau Genjot Legalitas Lahan Eks Transmigrasi, Warga Bisa Bernapas Lega

    Pemkab Berau Genjot Legalitas Lahan Eks Transmigrasi, Warga Bisa Bernapas Lega

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong penyelesaian legalitas lahan di kawasan eks transmigrasi. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Pemkab Berau menggelar Rapat Koordinasi Ketransmigrasian di Aula Disnakertrans Berau, Rabu, 16 Juli 2025. Rakor tersebut mengangkat tema “Upaya Pemerintah dalam Penyelesaian Legalitas Lahan Infrastruktur Fasum dan Fasos di Wilayah Eks Transmigrasi Kabupaten […]

  • Minimnya SLB di Berau Jadi Sorotan Legislatif, Frans Lewi: Pemerintah Wajib Penuhi Hak Semua Anak

    Minimnya SLB di Berau Jadi Sorotan Legislatif, Frans Lewi: Pemerintah Wajib Penuhi Hak Semua Anak

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 894
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Minimnya jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Berau menjadi perhatian serius kalangan legislatif. Saat ini, hanya terdapat satu SLB yang berlokasi di Tanjung Redeb, dan hal ini dinilai sangat membatasi akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dari wilayah kecamatan lain di Bumi Batiwakkal. Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menilai […]

  • Kementerian Kesehatan: Hantavirus di Indonesia Berbeda dengan yang Ada di MV Hondius

    Kementerian Kesehatan: Hantavirus di Indonesia Berbeda dengan yang Ada di MV Hondius

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Jakarta — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa kasus Hantavirus yang baru-baru ini menjadi perhatian dunia akibat wabah di kapal pesiar MV Hondius tidak berkaitan dengan situasi di Indonesia. Meski virus ini telah terdeteksi di beberapa wilayah dalam beberapa tahun terakhir, pihak kementerian memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam wabah tersebut. […]

  • Sudah Tiga Hari Kampanye MP-AW, Soal Pendidikan dan Kesehatan Paling Banyak Dikeluhkan

    Sudah Tiga Hari Kampanye MP-AW, Soal Pendidikan dan Kesehatan Paling Banyak Dikeluhkan

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.019
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Madri Pani dan Agus Wahyudi (MPAW) telah menjalani masa kampanye selama 3 hari, sejak 25 hingga 27 September. Mengantongi nomor urut 1, MPAW diberi kesempatan pertama untuk berkampanye di zona 1, yaitu Tanjung Redeb, Sambaliung, Biatan, Talisayan, Batu Putih dan Bidukbiduk. Di masa-masa awal kampanye, mantan Ketua DPRD Berau tersebut melakukan tatap […]

expand_less