Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » ‎Pencarian KM Mina Maritim 148 Dihentikan, Tiga Korban Ditemukan, Tiga Masih Hilang

‎Pencarian KM Mina Maritim 148 Dihentikan, Tiga Korban Ditemukan, Tiga Masih Hilang

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 2.383
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

TALISAYAN – Setelah sepekan melakukan pencarian terhadap enam awak kapal KM Mina Maritim 148 yang dilaporkan tenggelam di perairan Talisayan pada Minggu, 26 Oktober lalu, tim gabungan akhirnya menghentikan operasi pencarian. Keputusan itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat.

‎”Operasi pencarian akan titutup pada pukul 15.00 Wita atau jam 3 sore dan hari ini adalah operasi pencarian terakhur,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (1/11).

‎Tujuh hari proses pencarian dilakukan dan hanya 3 korban yang ditemukan dengan status meninggal dunia. Korban pertama ditemukan di dua hari operasi pencarian, dan korban lainnya ditemukan di hari keempat pencarian.

‎“Total ada tiga yang ditemukan dan satu bagian tubuh yakni isi perut, yang belum diketahui milik korban siapa,” tambahnya.

‎Tiga dari enam awak KM Mina Maritim 148 yang tenggelam di perairan Talisayan akhirnya ditemukan. Korban pertama, Kaharuddin, juragan kapal, ditemukan nelayan sekitar pukul 09.25 Wita** dalam kondisi mengambang di permukaan laut.

‎Beberapa jam kemudian, sekitar 15.27 Wita, giliran Rizal, anak buah kapal, yang ditemukan. Ia timbul ke permukaan setelah tersangkut di jaring kapal yang tenggelam. Menjelang malam, korban ketiga, Basri, juga ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 19.45 Wita, dalam kondisi serupa.

‎Sementara itu, tiga awak lainnya—Irwan (bagian mesin), Saharuddin, dan Sumailah, koki kapal hingga kini belum ditemukan.

‎“Ketiganya masih berstatus hilang di laut karena belum ditemukan sampai saat ini,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat.

‎Diketahui, KM Mina Maritim 148 merupakan kapal penangkap ikan yang membawa 14 orang. Saat insiden terjadi pada Minggu, 26 Oktober pukul 04.00 Wita, delapan orang berhasil diselamatkan, sementara enam lainnya dilaporkan hilang.

‎Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, dan TNI AL langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi tenggelamnya kapal, mengikuti arah arus laut. Dari hasil pencarian, titik koordinat kapal berada di posisi 1°46.472′ LU dan 118°27.514′ BT dengan perkiraan kedalaman mencapai 48 meter.

‎Dugaan sementara, kapal tenggelam akibat angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan Talisayan pada saat kejadian.

(Akm)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKKPRL Jadi Kunci Penataan dan Kepastian Hukum Pemanfaatan Ruang Laut, Ada Sanksi Pidana Kalau Melanggar

    PKKPRL Jadi Kunci Penataan dan Kepastian Hukum Pemanfaatan Ruang Laut, Ada Sanksi Pidana Kalau Melanggar

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 98
    • 0Komentar

    SAMARINDA – Akademisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman (Unmul), Muchlis Efendi, menegaskan bahwa Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) kini menjadi instrumen penting dalam mengatur pemanfaatan wilayah laut di Indonesia. Menurut Muchlis, PKKPRL merupakan bentuk persetujuan dari negara kepada pihak tertentu, baik individu maupun badan usaha, untuk memanfaatkan ruang laut sesuai dengan […]

  • Bersatu untuk IKN, Lembaga Adat Paser Tolak Segala Bentuk Penolakan

    Bersatu untuk IKN, Lembaga Adat Paser Tolak Segala Bentuk Penolakan

    • calendar_month Senin, 19 Agt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb – Ketua Lembaga Adat Paser (LAP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Musa, bersama dengan gabungan beberapa organisasi masyarakat (ormas) kedaerahan, mengunjungi Markas Polres PPU pada Sabtu (17/8/2024) sekitar pukul 18.20 Wita. Kunjungan tersebut dilakukan untuk membahas insiden yang melibatkan kelompok tertentu yang membentangkan kain merah berukuran 50 meter x 15 meter di […]

  • Dorong Kemajuan Ekonomi Pariwisata, OPD dan Stakeholder Tingkatkan Kolaborasi

    Dorong Kemajuan Ekonomi Pariwisata, OPD dan Stakeholder Tingkatkan Kolaborasi

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Berau melakukan rapat koordinasi yang dibuka langsung oleh Pjs. Bupati Berau Sufian Agus dan dihadiri oleh Kepala OPD lainnya serta stalkholder di Gedung Balai Mufakat. Senin (4/11/2024). Pjs Bupati Berau Sufian Agus menyambut baik tersenlanggaranya kegiatan tersebut dalam rangka memperkuat komitmen untuk memajukan sektor ekonomi kreatif Kabupaten Berau […]

  • Pemerintah Siap Blokir Akun Anak di Bawah Umur, Diskominfo Berau Ungkap Tantangan di Lapangan

    Pemerintah Siap Blokir Akun Anak di Bawah Umur, Diskominfo Berau Ungkap Tantangan di Lapangan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 85
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait rencana pemblokiran akun digital bagi pengguna di bawah umur. Meski demikian, pelaksanaannya di daerah dinilai memiliki sejumlah tantangan. Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat setelah regulasi terkait kebijakan tersebut beredar […]

  • Budaya Lokal Harus Dipertahankan Ditengah Tren Kekinian

    Budaya Lokal Harus Dipertahankan Ditengah Tren Kekinian

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb  — Budaya lokal sebagai salah satu potensi Kabupaten Berau haruslah terus dikembangkan. Meskipun saat ini era modern banyak budaya kekinian, tapi budaya lokal harus tetap dijaga kelestariannya. Hal ini ditegaskan salah satu anggota DPRD Berau periode 2024-2029, Gideon Andris saat ditemui menghadiri HUT kesultanan beberapa waktu lalu. Dirinya berharap pelestarian budaya lokal dapat […]

  • Tak Masuk Agenda Resmi 2026, Nasib Tradisi Manutung Jukut di Berau Masih Menunggu Kepastian

    Tak Masuk Agenda Resmi 2026, Nasib Tradisi Manutung Jukut di Berau Masih Menunggu Kepastian

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Tradisi Irau Manutung Jukut yang identik dengan kegiatan membakar ikan bersama dalam rangka peringatan Hari Jadi Kabupaten Berau dan Kota Tanjung Redeb tidak tercantum dalam Calendar of Event Berau 2026. Agenda budaya yang setiap tahun dinantikan masyarakat tersebut sebelumnya juga sempat ditiadakan pada 2025. Kondisi itu membuat warga kembali mempertanyakan kepastian pelaksanaan […]

expand_less