Sinyal Masih Hilang-Timbul, Berau Usulkan 11 Menara BTS Baru untuk Kelay dan Segah
- account_circle admin
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Berau mengusulkan penambahan 11 menara base transceiver station (BTS) kepada pemerintah pusat untuk mengatasi keterbatasan akses telekomunikasi di Kecamatan Kelay dan Segah.
Kedua wilayah tersebut masih menghadapi persoalan blank spot atau area tanpa sinyal, sehingga akses internet dan komunikasi belum dapat dinikmati secara optimal oleh masyarakat.
Perwakilan Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, mengatakan terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan jaringan telekomunikasi sulit menjangkau wilayah tersebut. Salah satunya adalah kondisi geografis yang didominasi hutan dan perbukitan.
“Topografi wilayah yang cukup ekstrem membuat transmisi sinyal sering terhalang,” kata Didi.
Selain itu, kepadatan penduduk yang relatif rendah di beberapa wilayah juga menjadi pertimbangan bagi penyedia layanan telekomunikasi untuk memperluas jaringan.
Kendala lain adalah keterbatasan pasokan listrik. Di sejumlah lokasi, menara BTS masih mengandalkan baterai karena jaringan listrik PLN belum tersedia secara merata.
Menurut Didi, daya baterai tersebut umumnya hanya mampu bertahan sekitar empat hingga delapan jam. Jika daya habis atau cuaca buruk, jaringan telekomunikasi bisa terputus.
“Sebenarnya sudah ada jaringan internet, tetapi karena menggunakan baterai, ketika daya habis atau cuaca tidak mendukung, jaringan bisa hilang,” ujarnya.
Pemerintah sebelumnya telah membangun beberapa menara melalui program pembangunan infrastruktur telekomunikasi. Menara tersebut dikelola oleh sejumlah operator seperti Telkomsel, XL, dan Indosat.
Namun keterbatasan pasokan listrik membuat operasional menara belum berjalan maksimal.
Upaya memperluas jangkauan jaringan juga pernah dilakukan dengan menyambungkan sinyal dari wilayah Merasa menuju Kecamatan Kelay. Namun rencana tersebut tidak berhasil karena terhalang kondisi alam.
Sebagai alternatif, jaringan kemudian direncanakan ditarik melalui jalur Sangatta–Wahau di Kabupaten Kutai Timur dengan menambah dua menara baru agar sinyal dapat menjangkau wilayah tersebut.
Untuk sementara, pemerintah daerah menyediakan layanan internet gratis sebagai solusi jangka pendek bagi masyarakat.
Sementara itu, untuk jangka panjang Diskominfo Berau telah mengusulkan pembangunan 11 menara BTS baru dengan ketinggian sekitar 50 hingga 70 meter.
Penambahan menara tersebut dinilai sebagai kebutuhan minimal agar Kecamatan Kelay dan Segah dapat terhubung secara lebih stabil dengan jaringan telekomunikasi nasional.
Karena pembangunan menara telekomunikasi merupakan kewenangan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Berau berharap usulan tersebut dapat segera direalisasikan melalui operator yang berada di bawah koordinasi pemerintah pusat.(*/tnr)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar