Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Uang Palsu Dari Makassar Diduga Beredar di Berau

Uang Palsu Dari Makassar Diduga Beredar di Berau

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Senin, 23 Des 2024
  • visibility 921
  • print Cetak

TANJUNG REDEB- Sebuah video yang diunggah oleh seorang netizen di Facebook bernama Dhewy Pyaar, menduga bahwa uang palsu pecahan Rp100.000 telah beredar di Kabupaten Berau.

Dalam unggahannya, video tersebut memperlihatkan uang yang bisa dikupas dengan mudah, sebuah ciri yang tidak dimiliki oleh uang asli. Hal ini memicu kekhawatiran masyarakat tentang adanya peredaran uang palsu di daerah tersebut.

Dalam video yang viral tersebut, terlihat bahwa uang yang diperlihatkan menunjukkan ciri-ciri tidak wajar, dimana uang tersebut bisa terkelupas. Hal ini jelas berbeda dengan uang asli yang memiliki lapisan pelindung dan tidak dapat dengan mudah dikupas.

“Dari Makassar ini, sudah sampai ke Berau ini,” ucap seseorang dalam video tersebut.

Diduga, uang tersebut digunakan oleh seseorang untuk membeli perhiasan emas. Namun karena pemilik toko merasa curiga, ia pun melakukan uji tes terhadap uang tersebut dan mendapati uang dapat dikupas.

“Yang lain tidak bisa terbuka, tapi yang ini bisa,” jelasnya sambil menunjukkan uang yang dapat terkupas.

Dilansir dari laman Kompas.com, sebelumnya polisi menetapkan 17 tersangka sindikat pembuatan dan pengedaran uang palsu di lingkungan UIN Makassar, Sulawesi Selatan, dan mengamankan barang bukti senilai ratusan triliun rupiah.

Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyebut Kepala Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, berinisial AI, memiliki peran sentral dalam operasi sindikat uang palsu itu.

AI disebut menyediakan ‘tempat aman’ untuk memproduksi uang, surat berharga negara (SBN) hingga sertifikat deposit BI yang nilainya mencapai ratusan triliunan rupiah.

“Perannya berbeda-beda, tapi peran sentralnya di AI dan juga saudara MS. Kemudian ada ASS tapi saya sengaja tidak sebutkan [sebagai tersangka] karena belum memiliki kekuatan hukum yang tetap,” kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono dalam konferensi pers di Polres Gowa, Kamis (19/12).

ASS yang bekerja sebagai pengusaha disebut sempat ingin maju dalam Pilkada Sulsel 2024 lalu.

Walaupun disebut memiliki peran penting, status ASS masih belum jelas, baik jadi tersangka maupun daftar pencarian orang (DPO). Sementara itu, Badan Eksekutif Mahasiswa UIN Alauddin menduga ada keterlibatan pihak lain di kampus dan mendesak rektor untuk mengundurkan diri. Namun, Rektor UIN Alauddin, Hamdan Juhannis enggan mengomentari hal tersebut itu.

Dia berkata upaya yang dilakukan pihaknya adalah “kedua oknum yang terlibat dari kampus kami, langsung kami berhentikan dengan tidak hormat,” singkatnya.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan, pihak yang paling dirugikan oleh uang palsu adalah pengusaha kecil dan menengah.

“Begitu dia dapat uang palsu, dan menyetorkan uang itu ke bank kan ditolak. Berarti kerugian langsung yang didalami mereka,” kata Bhima.

Berdasarkan penelusuran di tempat kejadian perkara (TKP) di gedung perpustakaan Syekh Yusuf kampus UIN Alauddin, ‘ruangan pabrik’ uang palsu berada di lantai satu lobi perpustakaan. Mesin cetak kertas berwarna yang dimodifikasi untuk mencetak uang itu berada di lorong depan pintu toilet pria dan perempuan. Tidak ada garis polisi di lokasi tersebut. Seorang staf perpustakaan bercerita mesin yang telah mencetak ratusan juta uang palsu itu berada di depan pintu toilet pria, ditutup oleh dinding triplek. Namun dinding triplek itu telah dibongkar saat polisi mengangkut mesin seberat lebih dari dua ton itu.

Sebelum kasus ini terungkap, staf itu tidak mengetahui aktivitas di balik dinding triplek itu. Hanya saja, ujarnya, dia kerap mendengar ada kegiatan di malam hari di dalam perpustakaan. Padahal ruang baca itu telah ditutup sejak sore hari.

Seorang mahasiswi yang kerap mengunjungi perpustakan, Anita, 21 tahun, juga tak melihat aktivitas mencurigakan di gedung yang terletak di tengah kampus itu.

“Aktivitas di dalam seperti perpustakaan pada umumnya, ada orang baca buku, cari buku yang sesuai dengan jurusan atau minat kita masing-masing,” ungkap Anita saat ditemui di kampus UIN Alauddin, Rabu (19/12).

“Ya seperti umumnya orang berkegiatan di dalam.” Kapolres Gowa AKBP Rheonald T Simanjuntak bercerita awalnya sindikat ini memproduksi uang palsu di tempat MS di Jalan Sunu, Makassar. Namun, percetakan uang palsu itu menggunakan mesin berukuran kecil. Lalu mereka membeli alat yang lebih besar seharga Rp600 juta di Surabaya, yang dibuat dari China. Alat itu kemudian dimasukkan ke dalam perpustakaan kampus.

“Alat itu dimasukkan salah satu tersangka, inisial AI, itu ke dalam salah satu kampus di Gowa, yaitu menggunakan salah satu gedung, yaitu perpustakaan dan itu di malam hari,” ujar Rheonald. (*)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temui Direksi PT TRH, Bupati Berau Pastikan Ruang Kelas Baru untuk Birang

    Temui Direksi PT TRH, Bupati Berau Pastikan Ruang Kelas Baru untuk Birang

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rencana pembangunan sekolah di Kampung Birang mulai menemui titik terang. PT TRH menyatakan siap membangun tiga ruang kelas baru setelah bertemu Bupati Berau Sri Juniarsih Mas di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026. Pertemuan dengan jajaran manajemen dan direksi PT TRH itu digelar untuk menindaklanjuti kondisi sekolah di Kampung Birang yang dinilai tidak lagi […]

  • Fasilitas Umum Terdampak Banjir Segah Segera Dibangun Ulang

    Fasilitas Umum Terdampak Banjir Segah Segera Dibangun Ulang

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 505
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Dampak banjir bandang di beberapa kampung di Kecamatan Segah pada waktu lalu, menghanyutkan bangunan sekolah hingga tempat ibadah, menjadi prioritas Pemkab Berau. Sebagai infrastruktur dasar, pembangunan ulang bangunan itu akan disegerakan. Ditemui Senin (2/6/2025) siang, Kepala Baplitbang Berau, Endah Ernany Triariani menjelaskan jika anggaran pembangunan ulang sekolah itu sudah ada. Hal ini […]

  • Baliho Rusak di Tanjung Redeb Ancam Pengendara, Dinas Siap Turun Tangan

    Baliho Rusak di Tanjung Redeb Ancam Pengendara, Dinas Siap Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    BERAU – Sebuah baliho berukuran besar di salah satu ruas jalan protokol Tanjung Redeb terlihat dalam kondisi rusak parah. Dari pantauan di lapangan, material banner pada papan reklame tersebut tampak sobek dan terlepas dari rangkanya, hingga menjuntai tertiup angin dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga, terutama pengendara roda dua. Pasalnya, angin […]

  • ‎Dorong UMKM Kampung Naik Kelas, Pemkab Berau Kembangkan Batik sebagai Identitas dan Sumber Ekonomi

    ‎Dorong UMKM Kampung Naik Kelas, Pemkab Berau Kembangkan Batik sebagai Identitas dan Sumber Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 530
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB — Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong pengembangan batik dan tenun khas di setiap kampung, bukan hanya sebagai simbol identitas, tetapi juga sebagai produk ekonomi yang dapat menjadi andalan masyarakat. ‎ ‎Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menilai batik kampung memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi warga, terutama di tingkat UMKM. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, […]

  • Bonus Atlet Berau Masih Belum Jelas, KONI Desak Segera Dianggarkan

    Bonus Atlet Berau Masih Belum Jelas, KONI Desak Segera Dianggarkan

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 848
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Penantian para atlet Kabupaten Berau yang telah mengharumkan nama daerah melalui berbagai ajang olahraga, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON), masih belum berakhir. Hingga kini, kejelasan terkait pencairan bonus yang dijanjikan masih menjadi tanda tanya besar. Ketua KONI Berau, Taupan Majid, menyampaikan bahwa persoalan bonus atlet turut menjadi pembahasan dalam rapat dengar pendapat […]

  • Kakao Berau Kembali Ukir Prestasi, Lolos ke Kompetisi Dunia di Italia

    Kakao Berau Kembali Ukir Prestasi, Lolos ke Kompetisi Dunia di Italia

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 826
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kualitas kakao asal Kabupaten Berau kembali mendapat pengakuan. Kakao Berau kembali terpilih mewakili Indonesia dalam ajang Cocoa of Excellence di Italia tahun 2025. Kepala Dinas Perkebunan Lita Handini mengatakan ajang tersebut merupakan kompetisi bergengsi yang diikuti berbagai negara penghasil kakao terbaik di dunia. “Biji kakao kita masuk dalam sembilan terbaik nasional yang […]

expand_less