TANJUNG REDEB – Meski kampung tak memiliki aset laut, potensi kekayaan laut menjadi harapan sekaligus masa depan yang baik untuk diolah sebagai sumber penghidupan. Hal ini pun diterapkan di Kampung Sumber Agung, Kecamatan Batu Putih.

Potensi mulai dari berbagai jenis ikan, potensi lain dari laut juga mulai dilirik. Kini mereka tengah mengembangkan rumput laut sebagai produk unggulan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK).

Pemanfaatan rumput laut diyakini dapat lebih maksimal untuk mendukung keragaman produk olahan hasil laut. Produk tersebut dapat memperkuat perekonomian kampung.

Sekretaris Kampung Sumber Agung Suparno Edi mengaku senang BUMK Sumber Agung berani menaruh perhatian pada produk hasil laut. Menurutnya, upaya BUMK melirik potensi laut yang terletak sekitar enam kilometer dari kantor desa bukan tanpa alasan.

Selama ini wilayah Berau, khususnya Batu Putih, diakui melimpah hasil ikan laut. Akan tetapi, potensi hasil laut seperti rumput laut belum banyak digarap.

“Kami berharap teman-teman Tim Desa Lestari dan PEKA dapat memperkuat bidikan BUMK yang dijalankan anak-anak muda kampung kami,” ujar Suparno.

Suparno mengaku peran BUMK di Sumber Agung masih perlu diperkuat organisasi agar perannya terasa dalam pembangunan perekonomian pedesaan atau kampung melalui wirausaha kampung. “Dengan demikian gerak pembangunan fisik dan ekonomi bisa seiring sejalan,” imbuhnya.

Kampung Sumber Agung memiliki perhatian besar terhadap BUMK. Umumnya kampung dan desa lain, Sumber Agung juga mulai menyiapkan penyertaan modal awal untuk mendorong kiprah BUMK Mandiri Sejahtera. BUMK sudah memulai usaha produksi olahan hasil laut seperti kerupuk, dodol dan terasi. (Adv/akm)