Jelang May Day, DPRD Berau Tekankan Keseimbangan Bisnis dan Hak Buruh
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 20
- print Cetak

BERAU — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), DPRD Kabupaten Berau menyoroti potensi terganggunya pemenuhan hak karyawan di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini dinilai dapat berdampak pada keberlangsungan perusahaan di berbagai sektor sekaligus memicu persoalan ketenagakerjaan yang lebih luas.
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Parasian Mangunsong, mengatakan dinamika ekonomi saat ini memberi imbas terhadap aktivitas korporasi. Sejumlah perusahaan, menurut dia, menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas operasional.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dampak tersebut harus dikelola dengan baik agar tidak merugikan pekerja, khususnya dalam pemenuhan hak-hak dasar yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.
“Dalam situasi seperti sekarang, perusahaan memang terdampak. Tapi dampak itu harus ditekan agar tidak sampai mengorbankan hak-hak karyawan. Semua tetap harus mengacu pada aturan yang berlaku,” ujarnya saat ditemui It-news.id, Sabtu (25/4/2026).
Ia menilai, momentum May Day semestinya tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi refleksi bersama bagi pemerintah dan perusahaan untuk memastikan perlindungan tenaga kerja tetap berjalan optimal.
Menurut dia, kepatuhan terhadap regulasi ketenagakerjaan merupakan hal mendasar yang tidak bisa ditawar. Perusahaan diharapkan tetap menjalankan kewajiban, mulai dari pembayaran upah, jaminan sosial, hingga pemenuhan hak normatif lainnya sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pekerja.
Rudi juga menekankan pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis antara perusahaan dan pekerja. Ia menyebut komunikasi yang terbuka dan konstruktif menjadi kunci dalam menghadapi tekanan ekonomi saat ini.
Dengan komunikasi yang baik, potensi kesalahpahaman maupun konflik dapat diminimalisir sehingga stabilitas hubungan kerja tetap terjaga.
Selain itu, ia mendorong setiap persoalan ketenagakerjaan diselesaikan melalui dialog dengan mengedepankan musyawarah. Menurut dia, pendekatan tersebut lebih efektif untuk menghasilkan solusi yang adil bagi kedua belah pihak tanpa memicu konflik berkepanjangan. (tnr)
- Penulis: admin
