Transportasi Belum Terintegrasi, Jelajah Wisata Biduk-Biduk Jadi Kurang Efisien
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 12
- print Cetak

BERAU — Keterbatasan transportasi umum antar destinasi wisata di Kecamatan Biduk-Biduk masih menjadi tantangan dalam mendukung mobilitas wisatawan. Hingga kini, pengunjung umumnya mengandalkan kendaraan pribadi atau jasa travel untuk menjangkau berbagai lokasi wisata.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, mengatakan sebagian besar wisatawan telah menyiapkan akses transportasi secara mandiri sebelum berkunjung. Mereka biasanya berangkat dari Tanjung Redeb maupun daerah lain di Kalimantan Timur seperti Bontang dan Kutai Timur.
Selain menggunakan kendaraan pribadi, wisatawan juga memanfaatkan layanan biro perjalanan yang menyediakan paket wisata lengkap, termasuk transportasi menuju lokasi tujuan. Kondisi ini dinilai masih mampu menopang kunjungan wisata, meskipun belum didukung sistem transportasi umum yang memadai.
“Rata-rata pengunjung yang datang ke Biduk-Biduk itu menggunakan transportasi sendiri atau dari travel. Memang saat ini transportasi umum ke arah sana masih sebatas wacana,” ujarnya pada Jumat (01/05/2026).
Meski demikian, Samsiah menilai kebutuhan transportasi umum, khususnya untuk mobilitas antar destinasi wisata, perlu menjadi perhatian ke depan. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi perjalanan serta kenyamanan wisatawan.
Ia mencontohkan akses dari Biduk-Biduk menuju Teluk Sumbang yang membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan. Dengan kondisi tersebut, wisatawan harus menghabiskan waktu hingga dua jam untuk perjalanan pulang-pergi, yang dinilai kurang efisien jika ingin mengunjungi beberapa destinasi sekaligus.
Untuk mengatasi hal tersebut, Disbudpar Berau berencana berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan guna membahas kemungkinan penyediaan transportasi khusus wisata. Skema yang dipertimbangkan meliputi penambahan armada yang melayani rute antar destinasi.
Menurut Samsiah, kehadiran transportasi khusus wisata tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan, tetapi juga berpotensi mendorong peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Biduk-Biduk dan sekitarnya.
“Ke depan tentu perlu kita koordinasikan, misalnya dengan Dinas Perhubungan, apakah memungkinkan ada tambahan armada atau transportasi khusus wisata dari Biduk-Biduk ke Teluk Sumbang dan sekitarnya. Ini agar wisatawan lebih mudah mengakses daya tarik wisata yang ada,” pungkasnya. (tnr)
- Penulis: admin
