Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DISKOMINFO BERAU » Baturunan Parau: Warisan Maritim Kesultanan Gunung Tabur yang Terus Dijaga Pemerintah Daerah

Baturunan Parau: Warisan Maritim Kesultanan Gunung Tabur yang Terus Dijaga Pemerintah Daerah

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GUNUNG TABUR – Di tengah arus modernisasi yang berjalan cepat, Kabupaten Berau tetap memberi ruang luas bagi tradisi turun-temurun yang menjadi identitas masyarakatnya. Salah satu yang kembali dihidupkan adalah Baturunan Parau, ritual adat Kesultanan Gunung Tabur yang sejak dulu merekam jejak hubungan antara pemimpin dan rakyatnya melalui simbol sebuah perahu panjang berhias kepala naga.

Baturunan Parau bukan sebatas prosesi ritual saat Hari Jadi Kabupaten Berau ke-71 dan Kota Tanjung Redeb ke-214. Lebih jauh, ia merupakan bentuk edukasi sejarah—mengingatkan generasi muda bahwa peradaban Berau pernah berdiri kuat di atas jalur sungai dan perdagangan maritim.

Koordinator Museum Batiwakkal, Aji Suhaidi, menjelaskan bahwa pada masa Kesultanan Gunung Tabur, perahu panjang ini digunakan raja untuk mengunjungi rakyatnya serta mengumpulkan upeti sebagai bentuk penghormatan kepada kerajaan. Kepala naga di bagian haluan bukan sekadar estetika, melainkan simbol kewibawaan dan penjaga keselamatan.

“Sejarah perahu panjang ini memang sebagai transportasi para bangsawan atau raja, dalam melakukan kunjungan ke banua agar cepat sampai,” jelasnya.

Tradisi Baturunan Parau juga menggambarkan nilai kolektif yang menjadi akar kuat kehidupan masyarakat. Perahu tidak mungkin digerakkan oleh satu orang—melainkan hasil tenaga banyak tangan yang kompak menarik, mendorong, hingga akhirnya mengapungkan perahu ke Sungai Berau. Di sinilah pesan luhur itu hidup: kemajuan hanya mungkin jika dilakukan bersama.

Pemerintah Dorong Pelestarian Nilai, Bukan Sekadar Acaranya

Usai pelaksanaan, Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menyampaikan rasa syukur sekaligus penekanan penting bahwa tradisi ini hadir bukan hanya untuk seremoni tahunan. Menurutnya, Baturunan Parau adalah ruang belajar bagi masyarakat—bagaimana kerja sama, gotong royong, dan identitas budaya memberi fondasi bagi pembangunan Berau ke depan.

“Hikmah dari Baturunan Parau adalah kebersamaan dan gotong royong, inilah modal utama dalam membangun Berau agar lebih sejahtera,” ungkap Said.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata berkomitmen menjaga keberlanjutan tradisi lokal seperti ini. Pelestarian budaya bukan sekadar melestarikan upacara, tetapi juga nilai yang terkandung di dalamnya, agar generasi baru memahami sejarah sebagai identitas, bukan hanya tontonan.

“Sebagai masyarakat Banua, kita berharap tradisi ini terus lestari hingga generasi berikutnya,” pungkasnya.

Warisan untuk Masa Depan

Baturunan Parau kini bukan lagi hanya kisah masa Kesultanan. Ia menjadi ruang edukasi publik—bahwa Berau pernah memiliki peradaban maritim kuat, bahwa sungai dulu adalah ‘jalan utama’, dan bahwa pembangunan hari ini tetap membutuhkan ruh kebersamaan seperti masa lampau.

Melalui pelestarian tradisi ini, Pemerintah Kabupaten Berau ingin memastikan bahwa kemajuan daerah tidak memutus akar sejarah. Modern boleh maju, tetapi identitas harus tetap tegak. Baturunan Parau bukan perayaan, tapi pengingat: Berau tumbuh karena budaya, dan akan kuat karena nilai yang diwariskan. (yf/adv)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dermaga Khusus untuk Kapal Pesisir di Berau Segera Dibangun

    Dermaga Khusus untuk Kapal Pesisir di Berau Segera Dibangun

    • calendar_month Minggu, 14 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau merespons keluhan masyarakat pesisir, khususnya di Maratua, terkait kesulitan bongkar muat saat berlabuh di pusat Kota Tanjung Redeb. Sebagai solusi, Pemkab Berau akan membangun dermaga khusus untuk tambat kapal dari pesisir. Dermaga ini nantinya akan berfungsi sebagai dermaga pengumpan lokal. Wakil Bupati Berau, Gamalis, mengungkapkan bahwa pihaknya […]

  • Kejaksaan Berau Kembalikan Berkas Kasus Korupsi Jalan Usaha Tani ke Penyidik

    Kejaksaan Berau Kembalikan Berkas Kasus Korupsi Jalan Usaha Tani ke Penyidik

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Kejaksaan Negeri Berau mengembalikan berkas pemeriksaan kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek jalan usaha tani yang melibatkan tersangka berinisial KM, Kepala Kampung Teluk Sumbang, Kecamatan Bidukbiduk. Pengembalian berkas ini dilakukan karena menurut Jaksa Peneliti, masih ada beberapa aspek berkas yang perlu dilengkapi oleh penyidik sebelum kasus ini dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya. […]

  • Bangun BLK, Jangan Biarkan Anak Muda Kehilangan Peluang Kerja

    Bangun BLK, Jangan Biarkan Anak Muda Kehilangan Peluang Kerja

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 605
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Berau hingga kini belum terealisasi, meski setiap tahun selalu masuk dalam wacana Pemkab Berau. Menanggapi hal ini, Anggota Komisi III DPRD Berau, Sakirman, menegaskan bahwa BLK sangat penting untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal dan mengurangi angka pengangguran. “Jika kita tidak menyiapkan SDM yang memiliki […]

  • DLHK Diminta Aktif Awasi Uji Lab Air Sungai Pasca Tumpahan 7.000 Ton Batu Bara di Muara Mantaritip

    DLHK Diminta Aktif Awasi Uji Lab Air Sungai Pasca Tumpahan 7.000 Ton Batu Bara di Muara Mantaritip

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pejabat Sementara Bupati Berau, Sufian Agus, meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau terlibat aktif dalam pengawasan pengambilan sampel hingga uji laboratorium terkait tumpahan 7.000 ton batu bara di Muara Mantaritip. Menurutnya, hasil pemeriksaan ini harus transparan dan disampaikan secara terbuka kepada masyarakat, terutama jika ditemukan adanya pencemaran. “DLHK tidak melakukan […]

  • Kolaborasi Pemerintah–Warga Jadi Kunci Kemajuan Berkelanjutan

    Kolaborasi Pemerintah–Warga Jadi Kunci Kemajuan Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 273
    • 0Komentar

    ‎BIATAN – Memasuki usia ke-98 tahun, Kampung Biatan Ilir terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Tak hanya dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga dalam semangat kebersamaan warganya yang menjadi fondasi utama kemajuan kampung tersebut. ‎ ‎Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said, saat menghadiri peringatan Hari Jadi Kampung Biatan Ilir, Senin (10/11/2025). ‎ ‎Ia […]

  • Pj Gubernur Kaltim Bakal Cek Soal Batu Bara Tumpah ke Kementerian ESDM

    Pj Gubernur Kaltim Bakal Cek Soal Batu Bara Tumpah ke Kementerian ESDM

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Insiden sebuah tongkang bermuatan ribuan ton batubara yang terbalik di Sungai Mantaritip, pada Jumat (18/10/2024) malam lalu, yang diduga berpotensi menyebabkan pencemaran sungai, mendapat respon dari Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik. Ditemui Selasa (29/10/2024) sore, Pj Gubernur yang baru mengetahui informasi ini langsung menindaklanjuti, dengan mengecek ke Kementerian Energi Sumber Daya dan […]

expand_less