Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemeritahan » Berkat ASN, Beras Lokal Berpeluang Terserap Lebih Baik di Berau

Berkat ASN, Beras Lokal Berpeluang Terserap Lebih Baik di Berau

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
  • visibility 1.352
  • print Cetak

Tanjung Redeb – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Berau diwajibkan untuk mengonsumsi beras produksi lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pertanian setempat. Namun, jumlah beras yang wajib dikonsumsi mengalami penyesuaian, dari sebelumnya 10 kilogram menjadi 5 kilogram per bulan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, menjelaskan bahwa perubahan kebijakan ini diambil seiring dengan kondisi ketersediaan beras lokal yang ada. “Sebelumnya, ASN di Berau diwajibkan mengonsumsi sebanyak 10 kg per bulan. Namun, aturan tersebut berubah seiring dengan ketersediaan beras lokal,” ungkapnya.

Rakhmadi menambahkan bahwa kebijakan baru ini akan mulai berlaku pada bulan November. Saat ini, hanya Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Buyung-buyung yang telah mempersiapkan pasokan beras lokal untuk konsumsi ASN. “Tindak lanjut ini sedang diinventarisir oleh BUMK Buyung-buyung dengan jumlah pesanan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga bulan depan beras sudah mulai disalurkan ke masing-masing OPD,” ujarnya.

Produksi beras lokal dilakukan oleh petani setempat, dan penyaluran beras akan bergantung pada ketersediaan dari petani. Rakhmadi menjelaskan, “Selama produksi beras masih ada, maka akan disalurkan. Jika stok petani habis, penyaluran akan terhenti sementara dan akan dilanjutkan ketika beras kembali tersedia.”

Meskipun demikian, pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa beras lokal tetap terserap dan dikonsumsi oleh masyarakat Berau, khususnya ASN. Saat ini, harga beras lokal yang beredar di pasaran sekitar Rp14.000 per kilogram. Namun, Rakhmadi mengingatkan bahwa harga beras masih bersifat fluktuatif.

“Target awal yang ditetapkan adalah agar semua beras dapat terserap, mengingat jumlah beras lokal yang tersedia masih sedikit dibandingkan dengan jumlah ASN yang ada,” tambahnya. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya mendukung petani lokal, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Berau. (mar)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raja Muda Perkasa dan Adji Raden Bakhrun, Tokoh Kesultanan Pilih ‘Sragam’ di Pilkada Berau

    Raja Muda Perkasa dan Adji Raden Bakhrun, Tokoh Kesultanan Pilih ‘Sragam’ di Pilkada Berau

    • calendar_month Minggu, 17 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.173
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – -Debat publik terakhir calon bupati dan wakil bupati Berau untuk Pilkada 2024, yang disiarkan langsung oleh stasiun TV nasional pada Sabtu malam (16/11/2024), menjadi sorotan tidak hanya karena adu gagasan yang berlangsung sengit tetapi juga kehadiran dua tokoh kesultanan di tribun pendukung pasangan calon nomor urut 2, Sri Juniarsih-Gamalis. Terpantau, Raja Muda […]

  • 12 Kasus dalam 4 Bulan, Alarm Kekerasan Anak di Berau Kian Menguat

    12 Kasus dalam 4 Bulan, Alarm Kekerasan Anak di Berau Kian Menguat

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

    BERAU — Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Berau dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian serius. Dalam kurun waktu empat bulan, tercatat sedikitnya 12 kasus, dengan sebagian terjadi di wilayah pesisir. Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Berau, Siswanto, menyebut jumlah tersebut tidak bisa dianggap sepele. “Total ada 12 kasus, lima di […]

  • Thamrin Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dari Dapil Wisata Berau

    Thamrin Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dari Dapil Wisata Berau

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pasca dilantik sebagai anggota DPRD Berau periode 2024-2029 lalu, Thamrin yang politisi dari PKS ini menyebut jika dirinya telah mempersiapkan tim yang akan menampung semua aspirasi masyarakat, khususnya yang masuk dalam dapilnya yakni Biatan, Talisayan, Batu Putih, Biduk-biduk, Pulau Derawan dan Maratua. “Potensi di daerah itu sangat banyak dan masih bisa dimaksimalkan. […]

  • Bantahan KUPP Dipertanyakan, Aktivitas Penumpukan Cangkang Sawit di Tabalar Masih Terpantau

    Bantahan KUPP Dipertanyakan, Aktivitas Penumpukan Cangkang Sawit di Tabalar Masih Terpantau

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    BERAU – Pernyataan Kepala KUPP Tanjung Redeb, Lister Martupa Gurning, yang menyebut tidak ada aktivitas penumpukan cangkang sawit di jetty wilayah Kecamatan Tabalar, tampaknya berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Berdasarkan pantauan langsung pada Minggu(5/4/2026) siang, aktivitas penumpukan cangkang sawit justru masih berlangsung di salah satu jetty yang berada di Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar. Terlihat […]

  • Malam Jumat & Minggu Sering Jadi Ajang Balap, Polisi Turun Tangan

    Malam Jumat & Minggu Sering Jadi Ajang Balap, Polisi Turun Tangan

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 964
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kepolisian Resor Berau kembali menyoroti maraknya aksi balap liar yang dilakukan anak muda di kawasan perkotaan. Kasatlantas Polres Berau, AKP Wulyadi, menegaskan bahwa peran orang tua menjadi kunci dalam mencegah remaja terlibat dalam aktivitas berbahaya tersebut. Menurut Wulyadi, sejumlah ruas jalan di Tanjung Redeb kerap berubah fungsi menjadi lintasan balapan ilegal. Jalan […]

  • Status Pengelolaan Kakaban Masih Negosiasi, Berau Ingin Tetap Terlibat

    Status Pengelolaan Kakaban Masih Negosiasi, Berau Ingin Tetap Terlibat

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    BERAU — Status pengelolaan destinasi wisata Pulau Kakaban masih dalam tahap pembahasan antara Pemerintah Kabupaten Berau dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Negosiasi dilakukan untuk mencari skema pengelolaan yang melibatkan kedua pihak. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan pengelolaan Pulau Kakaban sejak 2023 berada di bawah kewenangan provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan. […]

expand_less