Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemeritahan » Berkat ASN, Beras Lokal Berpeluang Terserap Lebih Baik di Berau

Berkat ASN, Beras Lokal Berpeluang Terserap Lebih Baik di Berau

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
  • visibility 1.413
  • print Cetak

Tanjung Redeb – Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Berau diwajibkan untuk mengonsumsi beras produksi lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pertanian setempat. Namun, jumlah beras yang wajib dikonsumsi mengalami penyesuaian, dari sebelumnya 10 kilogram menjadi 5 kilogram per bulan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Berau, Rakhmadi Pasarakan, menjelaskan bahwa perubahan kebijakan ini diambil seiring dengan kondisi ketersediaan beras lokal yang ada. “Sebelumnya, ASN di Berau diwajibkan mengonsumsi sebanyak 10 kg per bulan. Namun, aturan tersebut berubah seiring dengan ketersediaan beras lokal,” ungkapnya.

Rakhmadi menambahkan bahwa kebijakan baru ini akan mulai berlaku pada bulan November. Saat ini, hanya Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Buyung-buyung yang telah mempersiapkan pasokan beras lokal untuk konsumsi ASN. “Tindak lanjut ini sedang diinventarisir oleh BUMK Buyung-buyung dengan jumlah pesanan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sehingga bulan depan beras sudah mulai disalurkan ke masing-masing OPD,” ujarnya.

Produksi beras lokal dilakukan oleh petani setempat, dan penyaluran beras akan bergantung pada ketersediaan dari petani. Rakhmadi menjelaskan, “Selama produksi beras masih ada, maka akan disalurkan. Jika stok petani habis, penyaluran akan terhenti sementara dan akan dilanjutkan ketika beras kembali tersedia.”

Meskipun demikian, pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa beras lokal tetap terserap dan dikonsumsi oleh masyarakat Berau, khususnya ASN. Saat ini, harga beras lokal yang beredar di pasaran sekitar Rp14.000 per kilogram. Namun, Rakhmadi mengingatkan bahwa harga beras masih bersifat fluktuatif.

“Target awal yang ditetapkan adalah agar semua beras dapat terserap, mengingat jumlah beras lokal yang tersedia masih sedikit dibandingkan dengan jumlah ASN yang ada,” tambahnya. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya mendukung petani lokal, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Berau. (mar)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dispusip Berau Genjot Minat Baca Lewat Bulan Kunjung Perpustakaan

    Dispusip Berau Genjot Minat Baca Lewat Bulan Kunjung Perpustakaan

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 772
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kurangnya minat baca Dinas Perpustakaan dan Kearsian (Dispusip) Berau terus berupayan meningkatkan literasi Masyarakat melalui beberapa kegiatan salah satunya Pelaksanaan Bulan Kunjung Perpustakaan yang digelar sejak September hingga November 2025. Kepala Dispusip Berau, Yudhi Budisantoso, menyampaikan bahwa program ini merupakan momentum untuk meningkatkan literasi terhadap Masyarakat khususnya anak-anak, serta mengadakan lomba-lomba untuk […]

  • Kapolres Berau Bagikan Bendera dan Beras untuk Motoris Perahu Ketinting

    Kapolres Berau Bagikan Bendera dan Beras untuk Motoris Perahu Ketinting

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 710
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb — Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, Polres Berau bersama Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) menggelar kegiatan berbagi Bendera Merah Putih dan bantuan sosial bagi para motoris perahu ketinting. Aksi ini berlangsung di Dermaga Rajanta, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanjung Redeb, Jumat sore, 15 Agustus 2025. Kapolres Berau Ajun Komisaris […]

  • Sutami: Warga Pulau Derawan Terbebani Biaya Tambat Kapal yang Tinggi

    Sutami: Warga Pulau Derawan Terbebani Biaya Tambat Kapal yang Tinggi

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 881
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Masyarakat Kampung Pulau Derawan kembali menyuarakan aspirasi mereka terkait pembangunan Pelabuhan Tambat di Tanjung Redeb. Pelabuhan ini dinilai krusial sebagai akses utama distribusi bahan pangan, sembako, serta kebutuhan pokok lainnya ke Pulau Derawan dan Kecamatan Maratua. Anggota DPRD Berau, Sutami, mengungkapkan bahwa kebutuhan akan pelabuhan khusus untuk tambat kapal sudah lama diusulkan […]

  • Di Balik Antrean SPBU: Solar Subsidi Mengalir ke Tambang Batu Bara Ilegal?

    Di Balik Antrean SPBU: Solar Subsidi Mengalir ke Tambang Batu Bara Ilegal?

    • calendar_month Rabu, 29 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.194
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Aktivitas penambangan tanpa izin (Peti) di Kabupaten Berau, masih menjadi sorotan. Dalam menjalankan operasionalnya, para pelaku penambangan ilegal ini diketahui menggunakan alat berat seperti ekskavator dan truk besar untuk mengangkut batu bara dari lokasi tambang ke jetty. Diduga, untuk mendukung kelancaran operasional tersebut, para penambang memilih untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) […]

  • Lepas Tukik di Derawan, Seno Aji Dorong Pariwisata Jadi Penopang Ekonomi Berau

    Lepas Tukik di Derawan, Seno Aji Dorong Pariwisata Jadi Penopang Ekonomi Berau

    • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 315
    • 0Komentar

    PULAU DERAWAN – Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji bersama Wakil Bupati Berau Gamalis melepas tukik atau anak penyu di Pantai Pulau Derawan, Kamis, 2 Juli 2026. Kegiatan itu menjadi penutup rangkaian kunjungan kerja Seno Aji selama dua hari di Kabupaten Berau. Pelepasan tukik dilakukan sebagai simbol komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian ekosistem laut yang […]

  • ‎Dokter Berau Ancam Lepas Status, Protes TPP Tak Sesuai Aturan

    ‎Dokter Berau Ancam Lepas Status, Protes TPP Tak Sesuai Aturan

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.262
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Aroma ketidakadilan tercium dari rumah sakit daerah di Kabupaten Berau. Ratusan tenaga kesehatan, termasuk dokter, resah. Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dijanjikan tak kunjung dibayarkan sesuai dasar hukum. ‎ ‎”Sudah berbulan-bulan kami menunggu kepastian. Kami bekerja penuh, tapi hak kami dipangkas,” kata dr. Putri, salah satu CPNS jabatan fungsional. ‎ ‎Mereka, para […]

expand_less