Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Listrik Menyala, Masyarakat BMJ Bahagia

Listrik Menyala, Masyarakat BMJ Bahagia

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Jumat, 13 Des 2024
  • visibility 1.116
  • print Cetak

BIATAN- Setelah penantian lebih dari 25 tahun, masyarakat Kampung Bukit Makmur Jaya (BMJ), Kecamatan Biatan, akhirnya bisa merasakan kemajuan signifikan dengan masuknya aliran listrik ke pemukiman mereka. Bagi warga yang tinggal di bekas pemukiman transmigrasi ini, keberadaan listrik merupakan perubahan besar yang sangat dinanti.

“Alhamdulillah, sekarang tiap lorong RT bisa terang benderang pada malam hari,” ujar Eje Jono, salah satu warga sekaligus Ketua RT 04.

Kebahagiaan terlihat jelas di wajah-wajah warga, yang selama ini hidup tanpa listrik, menggantungkan penerangan pada lampu minyak atau senter.

Namun, meski sudah mulai ada pemasangan listrik, proses tersebut belum merata di seluruh kampung. Kendala teknis dan terbatasnya jumlah teknisi yang tersedia membuat pemasangan aliran listrik dibatasi hanya untuk 30 Kepala Keluarga (KK) setiap harinya. Selain itu, sebagian warga juga menghadapi masalah finansial yang membuat mereka kesulitan untuk membayar biaya pemasangan instalasi listrik.

Meskipun demikian, adanya listrik yang mulai masuk kampung memberikan secercah harapan baru bagi masyarakat BMJ yang telah lama merindukan fasilitas tersebut.

“Pokoknya kami berterima kasih banget kepada Bupati Berau yang sudah bersusah payah memperjuangkan supaya listrik bisa masuk ke BMJ. Ini sangat berarti bagi kami,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.

Tidak hanya listrik, harapan masyarakat BMJ juga tertuju pada pembangunan infrastruktur lainnya. Supyanto, Ketua RT 05, berharap jalan poros yang kini rusak parah bisa segera diperbaiki, selain itu akses air bersih dan sinyal internet yang lebih baik juga menjadi harapan yang tak kalah penting.

“Mudah-mudahan infrastruktur lainnya juga segera diperbaiki, agar kehidupan kami semakin mudah dan berkembang,” tambah Supyanto.

Masyarakat Kampung BMJ kini menantikan perubahan lebih lanjut, dengan harapan besar bahwa fasilitas-fasilitas dasar lainnya akan segera menyusul, membawa kemajuan bagi kehidupan mereka yang lebih baik. (Marta)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kematian Mandala Jadi Sorotan Nasional, Mensos Singgung Validitas Data Bansos

    Kematian Mandala Jadi Sorotan Nasional, Mensos Singgung Validitas Data Bansos

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Meninggalnya Mandala Rizky Syaputra, pelajar SMKN 4 Samarinda, Kalimantan Timur, mulai mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menilai kasus tersebut menjadi pengingat penting mengenai persoalan akurasi data masyarakat penerima bantuan sosial di Indonesia. Mandala, siswa kelas XI Pemasaran 2, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) dini hari setelah mengalami sakit […]

  • Satu Tahun Pra SD Diwajibkan, Pemkab Berau Dorong Reformasi PAUD dari Akar

    Satu Tahun Pra SD Diwajibkan, Pemkab Berau Dorong Reformasi PAUD dari Akar

    • calendar_month Jumat, 8 Agt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 596
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Pemerintah Kabupaten Berau meluncurkan kebijakan wajib satu tahun pra-sekolah bagi anak-anak sebelum masuk jenjang pendidikan dasar. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya sistematis untuk memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini (PAUD) di Bumi Batiwakkal. Langkah ini diumumkan oleh Bupati Berau sekaligus Bunda PAUD Kabupaten, Sri Juniarsih Mas, dalam Rapat Koordinasi Bunda PAUD tingkat […]

  • Puskesmas Gunung Tabur Resmi Beroperasi 24 Jam, Frans Lewi: Pemerintah Hadir untuk Rakyat

    Puskesmas Gunung Tabur Resmi Beroperasi 24 Jam, Frans Lewi: Pemerintah Hadir untuk Rakyat

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Hal itu ditandai dengan diresmikannya Puskesmas Non-Rawat Inap dan Layanan Persalinan 24 Jam di Kecamatan Gunung Tabur, yang disebut sebagai langkah nyata mewujudkan pemerataan layanan kesehatan di Bumi Batiwakkal. Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menilai kehadiran fasilitas baru […]

  • Penguatan Pajak Daerah Digital, Senjata Baru Tingkatkan PAD

    Penguatan Pajak Daerah Digital, Senjata Baru Tingkatkan PAD

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat strategi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor pajak. Salah satu langkah kunci yang tengah dijalankan adalah penerapan Transaction Monitoring Device (TMD), sistem digital yang memungkinkan pemerintah memantau transaksi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) secara real-time. TMD diterapkan pada sektor dengan perputaran ekonomi tinggi […]

  • Mulai 2025, Guru Tidak Wajib Penuhi 24 Jam Tatap Muka, Ada Alternatif Baru

    Mulai 2025, Guru Tidak Wajib Penuhi 24 Jam Tatap Muka, Ada Alternatif Baru

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.550
    • 0Komentar

    JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengubah sistem guru wajib mengajar tatap muka 24 jam dalam seminggu dengan memberi alternatif opsi tambahan kegiatan bimbingan atau pelatihan siswa untuk pemenuhan kuota jam kerja. Mu’ti mengatakan para guru mulai tahun 2025 tidak perlu lagi berpindah-pindah sekolah demi memenuhi jam kerja, aturan jumlah minimal tatap muka […]

  • Di Jalan yang Sunyi, Kita Menemukan Negara

    Di Jalan yang Sunyi, Kita Menemukan Negara

    • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 957
    • 0Komentar

    — catatan dari Car Free Day HUT Bhayangkara ke-79 Polda Kaltim Minggu pagi di Balikpapan bukanlah tentang parade. Ia bukan tentang pidato yang menggema, bukan pula tentang derap pasukan yang membentuk barisan. Ia tentang jeda. Tentang sebuah pagi yang disisihkan dari rutinitas lalu lintas—agar manusia bisa berjalan, bernapas, dan merasa hadir di tengah sesamanya. Di […]

expand_less