Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Penyakit Asma dan Maag Sebabkan Beberapa Peserta Jumbara Perlu Perawatan

Penyakit Asma dan Maag Sebabkan Beberapa Peserta Jumbara Perlu Perawatan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
  • visibility 1.291
  • print Cetak

Tanjung Redeb – Ketua PMI Berau, Fitrial Noor membantah maraknya informasi yang beredar, bahwa telah terjadi keracunan makanan terhadap sejumlah peserta kemah Jumbara yang ada di Stadion Mini Teluk Bayur.

Fitrial Noor menjelaskan, sekira pukul 20.00 WITA malam tadi, hujan deras disertai angin kencang melanda bumi perkemahan. Tak ayal, membuat tenda-tenda peserta yang terpasang porak poranda.

“Karena hal itu, kami memutuskan untuk mengevakuasi semua peserta ke dalam gedung,” ujarnya.

Diungkapkannya, banyak peserta yang kehujanan. Lantaran harus mengevakuasi dan mengamankan barang-barang bawaan.

“Setelah proses itu, kemudian beberapa peserta ada yang sakit. Karena peserta ada yang memiliki riwayat asma dan maag,” jelasnya.

Peserta kemah yang jatuh sakit, kata dia, langsung mendapatkan perawatan. Pasalnya, dalam perkemahan tersebut, turut hadir tenaga kesehatan dan dokter.

“Di PMI itu hampir semuanya adalah tenaga kesehatan. Ada juga dokter-dokter yang ada di wilayah Teluk Bayur langsung merapat ke stadion mini, untuk melihat situasi dan kondisi soal dugaan keracunan makanan itu,” sebutnya.

Kendati begitu, dia menyebut ada empat peserta yang harus dirujuk ke rumah sakit dr Abdul Rivai untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Kami tidak ingin mengambil risiko. Terutama yang punya riwayat asma. Di lokasi perkemahan, tentunya suhunya sangat dingin. Jadi lebih baik dievakuasi untuk mendapat penanganan lebih intensif,” bebernya.

Lanjutnya menjelaskan, saat pasien pertama dibawa ke rumah sakit. Pihaknya mendapat pertanyaan bahwa peserta keracunan makanan.

“Ini keracunan makanan kah? Langsung saya jawab tidak. Kemudian ada pernyataan lagi, katanya ada 30 orang lagi yang akan dibawa ke rumah sakit. Nah itu saya langsung kaget. Itu informasi dari mana asalnya,” terangnya.

Diakuinya, setelah mendapat perawatan dan kondisi peserta sudah membaik. Peserta pun sudah diperbolehkan untuk pulang.

“Bahkan, ada yang kembali ke perkemahan untuk lanjut kegiatan,” jelasnya. (yf)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • ‎Berau Segarkan Ekonomi Desa Lewat Regenerasi Kebun Kelapa

    ‎Berau Segarkan Ekonomi Desa Lewat Regenerasi Kebun Kelapa

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.996
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Berau kini tak hanya fokus pada jagung dan kakao. Komoditas kelapa juga mulai dilirik jadi andalan baru. Dinas Perkebunan (Disbun) terus mendorong pengembangannya, terutama untuk mengganti pohon kelapa tua yang sudah susah dipanen. ‎Kepala Disbun Berau, Lita Handini, bilang kalau sudah tiga tahun terakhir ini pihaknya rutin menyalurkan bibit kelapa ke petani […]

  • Satresnarkoba Bekuk NA, Puluhan Paket Sabu Diamankan di Berau

    Satresnarkoba Bekuk NA, Puluhan Paket Sabu Diamankan di Berau

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    BERAU — Seorang wanita berinisial NA (38) ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Berau karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu. Penangkapan dilakukan di sebuah rumah di Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Teluk Bayur, Sabtu, 2 Mei 2026, sekitar pukul 18.00 Wita. Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Berau, Ajun Komisaris Polisi Agus Priyanto, mengatakan penangkapan berawal dari laporan […]

  • IKN Jadi Pemicu Lahirnya Provinsi Baru? Ini Peluang Emas Kalimantan Tenggara

    IKN Jadi Pemicu Lahirnya Provinsi Baru? Ini Peluang Emas Kalimantan Tenggara

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 950
    • 0Komentar

    Beraunews.id, Tanjung Redeb – Isu pembentukan Provinsi Kalimantan Tenggara yang akan mencakup wilayah dari Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan kembali mencuat ke permukaan. Menanggapi hal tersebut, Penjabat Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, memberikan penjelasan saat kunjungannya ke Bumi Batiwakkal pada Rabu (24/7/2024). Akmal Malik menegaskan bahwa saat ini pemerintah pusat tengah memberlakukan moratorium atau penghentian […]

  • Karst Sangkulirang–Mangkalihat Masuki Babak Baru Geopark Berkelanjutan

    Karst Sangkulirang–Mangkalihat Masuki Babak Baru Geopark Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.577
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Upaya panjang menginventarisasi keragaman geologi di Kabupaten Berau akhirnya berbuah hasil. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menetapkan wilayah ini sebagai salah satu situs warisan geologi Indonesia—langkah penting menuju status taman bumi atau geopark yang selama ini diusulkan bersama Karst Sangkulirang–Mangkalihat. Proses pengusulan yang dimulai sejak 2019 ini melibatkan Pemprov […]

  • Karamnya Kapal Batu Bara di Muara Mantaritip, Nelayan Pilanjau Resah akan Dampak Limbah

    Karamnya Kapal Batu Bara di Muara Mantaritip, Nelayan Pilanjau Resah akan Dampak Limbah

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.070
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Kapal tongkang bermuatan 7.000 ton batu bara yang karam di Muara Mantaritip beberapa waktu lalu, memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat Pilanjau, khususnya para nelayan yang bergantung pada usaha tambak dan trol. Kapal berkapasitas 300 feet itu diduga milik PT Berau Coal, yang baru saja mengangkut batu bara dari Site Suaran. Dilansir dari […]

  • DPRD Berau Soroti Kinerja BUMD Usai Penurunan APBD 2026

    DPRD Berau Soroti Kinerja BUMD Usai Penurunan APBD 2026

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB- Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Berau untuk Tahun Anggaran (TA) 2026 mengalami perubahan signifikan. Untuk pertama kalinya, APBD tahun depan menunjukkan penurunan tajam, yang disebabkan oleh pengurangan dana transfer ke daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat. Penurunan ini tentu saja berdampak pada berbagai sektor, termasuk pada kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Menanggapi […]

expand_less