Teknologi, Pelatihan, dan Benih Unggul: Pemerintah Mantapkan Lompatan Pertanian Berau Menuju Masa Depan Mandiri
- account_circle admin
- calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
- visibility 92
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB — Masa depan pertanian Berau bergerak ke arah yang lebih modern.
Tidak lagi bertumpu pada cara tradisional, sektor pangan kini perlahan bertransformasi melalui dukungan teknologi dan peningkatan kapasitas petani. Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP), menegaskan komitmennya untuk mendorong petani naik kelas—lebih cepat, lebih efisien, dan lebih produktif.
Deretan alat pertanian modern kini siap turun ke lahan-lahan warga. Bantuan dari Kementerian Pertanian melalui Dirjen PSP akan disalurkan dalam waktu dekat dan diserahkan secara simbolis oleh kepala daerah. Mulai dari recovator, hand tractor, alat tanam otomatis, hingga teknologi baru berupa drone pertanian yang dijadwalkan direalisasikan tahun ini.
“Harapannya, produktivitas meningkat, kerja petani lebih ringan, dan hasil panen lebih maksimal,” ujar Kepala DTPHP, Junaidi.
APBD ikut turun tangan — demi pemerataan dan keadilan kelompok tani
Tidak berhenti pada bantuan pusat, Pemkab Berau juga menganggarkan pengadaan Alsintan melalui APBD II. Saat ini masih dalam tahap proses di e-katalog agar distribusi dapat merata ke seluruh kelompok tani, tidak hanya terpusat di wilayah tertentu.
Perjalanan pertanian Berau kini tidak hanya bicara penyediaan alat, tetapi juga manusia di balik mesin. Karena itu, pelatihan menjadi bagian penting dari program. Petani dibimbing memahami cara tanam modern, manajemen lahan, hingga pemilihan benih unggul yang sesuai karakter tanah masing-masing kampung.
“Kami ingin petani tidak hanya menerima alat, tetapi bisa mengoperasikan, memanfaatkan, dan meningkatkan hasil panen dengan optimal,” tambah Junaidi.
Teknologi + SDM + benih unggul = formula baru ketahanan pangan Berau
Langkah ini bukan program jangka pendek.
Ia adalah pondasi untuk masa depan pangan Berau—daerah yang tak sekadar panen, tetapi mampu bersaing.
Drone pertanian, mesin plow, handtractor baru, hingga regenerasi petani melalui pelatihan adalah sinyal bahwa Berau tidak ingin tertinggal dari kemajuan sektor pangan nasional.
Sinergi alat, teknologi, dan kecakapan petani diyakini akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani.
“Kami ingin pertanian di Berau maju dan berdaya saing,” tutup Junaidi.
Dan bila semuanya berjalan sesuai arah, bukan hal mustahil suatu hari nanti Berau menjadi lumbung pangan modern bukan hanya bagi daerah sendiri—tetapi jauh lebih luas. (adv/yf)
- Penulis: admin


Saat ini belum ada komentar