Campak Sangat Mudah Menular, Dinkes Berau Ingatkan Pentingnya Imunisasi Anak
- account_circle admin
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANJUNG REDEB – Dinas Kesehatan Kabupaten Berau menyatakan seseorang yang telah mendapatkan imunisasi campak masih berpotensi tertular penyakit tersebut. Namun gejala yang dialami umumnya lebih ringan dibandingkan orang yang belum pernah menerima vaksin.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Berau, Tuty Handayanie, mengatakan tujuan utama vaksinasi adalah membentuk kekebalan tubuh terhadap virus.
“Orang yang sudah vaksin memang masih bisa tertular, tetapi tingkat keparahannya biasanya lebih ringan. Tujuan vaksin adalah memberikan imunitas, bukan berarti seseorang sama sekali tidak bisa terkena penyakit,” kata Tuty, Sabtu, 14 Maret 2026.
Menurut dia, vaksin membuat tubuh memiliki antibodi yang mampu mengenali virus. Ketika virus campak masuk ke dalam tubuh, sistem imun dapat merespons lebih cepat sehingga proses penyembuhan biasanya berlangsung lebih singkat.
Tuty juga menyebutkan orang yang telah divaksin memiliki potensi penularan yang lebih rendah kepada orang lain. Sebaliknya, individu yang belum pernah menerima imunisasi memiliki risiko lebih besar untuk menularkan virus.
“Kalau sudah vaksin, potensi menularkan ke orang lain lebih rendah. Tetapi kalau tidak vaksin, penularannya bisa sangat mudah,” ujarnya.
Selain itu, risiko komplikasi hingga kematian juga dinilai jauh lebih kecil pada orang yang telah menerima imunisasi. Berdasarkan data kesehatan, sebagian besar kasus kematian akibat campak terjadi pada individu yang belum pernah divaksin.
Tuty mengatakan sepanjang tahun lalu di Kabupaten Berau tidak ditemukan kasus kematian akibat campak. Bahkan, kasus positif campak juga tidak tercatat.
Ia berharap masyarakat semakin sadar pentingnya imunisasi bagi anak. Menurut dia, vaksinasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga membantu membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat.
Berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan, orang yang telah mendapatkan imunisasi campak umumnya mengalami gejala lebih ringan jika terinfeksi, seperti demam yang lebih singkat dan ruam yang tidak terlalu luas. Risiko komplikasi, rawat inap, hingga kematian juga sangat rendah.
Sebaliknya, pada individu yang belum pernah menerima imunisasi, risiko tertular jauh lebih tinggi dengan gejala yang cenderung lebih berat, demam tinggi berkepanjangan, serta kemungkinan komplikasi yang lebih besar.
Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Satu orang yang terinfeksi dapat menularkan virus kepada sekitar 12 hingga 18 orang lainnya jika mereka tidak memiliki kekebalan. Karena itu, imunisasi dinilai menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.(*antr)
- Penulis: admin

Saat ini belum ada komentar