Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukrim » Pria Tewas Usai Diduga Curi Mangga di Bontang, Polisi Telusuri Jejak Pengeroyokan

Pria Tewas Usai Diduga Curi Mangga di Bontang, Polisi Telusuri Jejak Pengeroyokan

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 344
  • print Cetak

BONTANG — Kematian seorang pria berinisial Ri di kawasan permukiman padat Jalan KS Tubun Gang Bersama 7 RT 32, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang, kini resmi masuk meja penyidik. Peristiwa yang terjadi pada malam hari itu mendadak menyedot perhatian publik setelah potongan video keributan warga beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman yang viral, tampak kegaduhan di salah satu rumah warga. Di balik gambar yang beredar itulah polisi kini menelusuri dua dugaan tindak pidana sekaligus: penganiayaan yang berujung kematian dan pengeroyokan.

Kanit Pidum Polres Bontang, IPDA Markus Sihotang, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima dan memproses dua laporan berbeda terkait insiden tersebut.

“Saat ini ada dua laporan yang sedang kami proses, yakni dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dan dugaan pengeroyokan,” ujar Markus, Senin (11/5/2026).

Dari rangkaian penyelidikan awal, Ri disebut datang ke lokasi bersama seorang rekan berinisial M. Keduanya diduga berniat mengambil mangga milik warga pada malam hari. Situasi berubah kacau ketika pemilik rumah memergoki aktivitas mereka.

Begitu aksinya diketahui, M disebut lebih dulu kabur. Ri yang masih berada di atas pohon memilih melompat untuk melarikan diri.

“Korban yang berada di atas pohon berusaha lompat, tetapi pijakannya tidak kuat sehingga jatuh ke belakang,” kata Markus.

Polisi menduga, saat terjatuh bagian belakang kepala Ri menghantam struktur beton di dekat parit yang berada tak jauh dari lokasi.

“Kepalanya terbentur ujung fondasi beton yang cukup tajam,” jelasnya.

Teriakan maling membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah dan menuju sumber suara. Namun perhatian massa saat itu lebih tertuju mengejar satu orang lain yang berhasil meloloskan diri.

Ri baru diketahui tergeletak beberapa saat kemudian. Warga yang menyisir area gelap di sekitar tempat kejadian perkara mendengar suara mirip dengkuran dari dekat parit.

“Setelah dicari menggunakan senter, ternyata ada seseorang tergeletak di lokasi,” ujarnya.

Markus menuturkan, warga sempat ragu untuk memindahkan tubuh Ri. Mereka khawatir upaya itu justru memperparah kondisi korban.

“Ada yang menyarankan agar korban jangan langsung disentuh dan meminta polisi segera dipanggil,” katanya.

Sekitar 10 menit kemudian, aparat kepolisian bersama petugas keamanan lingkungan tiba di lokasi. Ri lalu dievakuasi ke rumah sakit menggunakan kendaraan milik warga.

Meski temuan awal mengarah pada dugaan korban meninggal akibat jatuh saat berusaha kabur, penyidik tidak menutup mata terhadap laporan adanya pengeroyokan. Seluruh rangkaian kejadian masih dipetakan.

Untuk merangkai kronologi secara utuh, polisi telah menggelar prarekonstruksi di lokasi dan bersiap melanjutkannya ke tahap rekonstruksi.

“Prarekonstruksi kami lakukan supaya alur kejadiannya bisa terlihat lebih jelas,” ucap Markus.

Sampai saat ini, sedikitnya empat saksi telah dimintai keterangan. Penyidik juga tengah mengidentifikasi sejumlah orang yang terekam dalam video yang beredar di media sosial.

“Semua yang ada di video akan kami panggil dan dimintai keterangan terlebih dahulu,” katanya.

Markus menambahkan, peluang penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice tetap dipertimbangkan, dengan catatan seluruh pihak sepakat dan syarat hukum terpenuhi.

“Namun tetap kami pertimbangkan dulu apakah kasus ini memiliki dampak sosial yang luas atau tidak,” pungkasnya. (tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Hidran di Tiap Wilayah

    Pentingnya Hidran di Tiap Wilayah

    • calendar_month Selasa, 25 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Musibah kebakaran khususnya di daerah pemukiman Kabupaten Berau sering terjadi. Hal ini seharusnya menjadi warning bagi Pemkab Berau. Proses pemadaman yang cukup lama lantaran terbatasnya alat, harusnya didukung dengan pengadaan hidran. “Pentingnya pengadaan Hidran di setiap pemukiman, guna mengantisipasi terjadinya kebakaran,” ujar Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah. ia yang ditemui […]

  • Tak Bisa Serentak, Pengembangan Kampung Wisata Berau Dilakukan Bertahap

    Tak Bisa Serentak, Pengembangan Kampung Wisata Berau Dilakukan Bertahap

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 612
    • 0Komentar

    BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) menerapkan pendekatan selektif dalam pengembangan destinasi wisata berbasis kampung. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk memastikan efektivitas program di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah. Fokus pengembangan diarahkan pada kampung-kampung yang dinilai telah memiliki kesiapan infrastruktur, pengelolaan yang baik, serta minat kunjungan wisatawan yang […]

  • Kebakaran Hebat di Kilo 5, Simpang Empat Menuju Pasar Sanggam Adji Dilayas

    Kebakaran Hebat di Kilo 5, Simpang Empat Menuju Pasar Sanggam Adji Dilayas

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.855
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Kebakaran hebat terjadi di kawasan Kilo 5, tepatnya di simpang empat lampu merah menuju ke Pasar Sanggam Adji Dilayas. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 23.20 Wita, Senin (26/1/2025) dan menyebabkan kepanikan warga sekitar. Saat ini, petugas pemadam kebakaran (Damkar) bersama aparat keamanan telah berada di lokasi kejadian untuk berusaha memadamkan api yang […]

  • Kantor Hingga Sekolah Diliburkan saat Pencoblosan Pilkada Serentak 2024

    Kantor Hingga Sekolah Diliburkan saat Pencoblosan Pilkada Serentak 2024

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2024
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 794
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Meskipun tak ada edaran resmi dari Dinas Pendidikan terkait libur sekolah di hari H pencoblosan Pilkada serentak 2024, namun dapat dipastikan jika semua sekolah akan libur pada 27 November 2024. “Benar itu aturan dari pusat, dimana pada hari pencoblosan menjadi libur nasional. Kami di daerah tinggal mengikuti saja,” ujar Kepala Disdik Berau, Mardiatul […]

  • Ratusan Petak Siap Dipakai, Manuntung Jukut 2024 Semakin Meriah

    Ratusan Petak Siap Dipakai, Manutung Jukut 2024 Semakin Meriah

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.659
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Perayaan Manutung Jukut, yang telah menjadi ikon perayaan kekayaan hasil laut Bumi Batiwakkal, akan kembali digelar pada tanggal 16 September 2024 mendatang. Acara ini bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Berau ke-71 dan Kecamatan Tanjung Redeb ke-214, serta akan berlangsung di sepanjang tepian Ahmad Yani, Jalan Antasari, Tendean, Gajah Mada, dan Panglima Batur. […]

  • Mudik Lebaran Membludak, Tiket Pesawat dari Berau Sold Out Sejak Awal Maret

    Mudik Lebaran Membludak, Tiket Pesawat dari Berau Sold Out Sejak Awal Maret

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Tiket pesawat dari Berau dilaporkan telah habis menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026. Lonjakan permintaan terjadi sejak awal Maret dan membuat kursi penerbangan pada sejumlah tanggal favorit tidak lagi tersedia. Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atabri, mengatakan tiket untuk periode 13 hingga 20 Maret 2026 telah terjual habis bahkan sebelum masa puncak dimulai. […]

expand_less