Pria Tewas Usai Diduga Curi Mangga di Bontang, Polisi Telusuri Jejak Pengeroyokan
- account_circle admin
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 32
- print Cetak

BONTANG — Kematian seorang pria berinisial Ri di kawasan permukiman padat Jalan KS Tubun Gang Bersama 7 RT 32, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang, kini resmi masuk meja penyidik. Peristiwa yang terjadi pada malam hari itu mendadak menyedot perhatian publik setelah potongan video keributan warga beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang viral, tampak kegaduhan di salah satu rumah warga. Di balik gambar yang beredar itulah polisi kini menelusuri dua dugaan tindak pidana sekaligus: penganiayaan yang berujung kematian dan pengeroyokan.
Kanit Pidum Polres Bontang, IPDA Markus Sihotang, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima dan memproses dua laporan berbeda terkait insiden tersebut.
“Saat ini ada dua laporan yang sedang kami proses, yakni dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dan dugaan pengeroyokan,” ujar Markus, Senin (11/5/2026).
Dari rangkaian penyelidikan awal, Ri disebut datang ke lokasi bersama seorang rekan berinisial M. Keduanya diduga berniat mengambil mangga milik warga pada malam hari. Situasi berubah kacau ketika pemilik rumah memergoki aktivitas mereka.
Begitu aksinya diketahui, M disebut lebih dulu kabur. Ri yang masih berada di atas pohon memilih melompat untuk melarikan diri.
“Korban yang berada di atas pohon berusaha lompat, tetapi pijakannya tidak kuat sehingga jatuh ke belakang,” kata Markus.
Polisi menduga, saat terjatuh bagian belakang kepala Ri menghantam struktur beton di dekat parit yang berada tak jauh dari lokasi.
“Kepalanya terbentur ujung fondasi beton yang cukup tajam,” jelasnya.
Teriakan maling membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah dan menuju sumber suara. Namun perhatian massa saat itu lebih tertuju mengejar satu orang lain yang berhasil meloloskan diri.
Ri baru diketahui tergeletak beberapa saat kemudian. Warga yang menyisir area gelap di sekitar tempat kejadian perkara mendengar suara mirip dengkuran dari dekat parit.
“Setelah dicari menggunakan senter, ternyata ada seseorang tergeletak di lokasi,” ujarnya.
Markus menuturkan, warga sempat ragu untuk memindahkan tubuh Ri. Mereka khawatir upaya itu justru memperparah kondisi korban.
“Ada yang menyarankan agar korban jangan langsung disentuh dan meminta polisi segera dipanggil,” katanya.
Sekitar 10 menit kemudian, aparat kepolisian bersama petugas keamanan lingkungan tiba di lokasi. Ri lalu dievakuasi ke rumah sakit menggunakan kendaraan milik warga.
Meski temuan awal mengarah pada dugaan korban meninggal akibat jatuh saat berusaha kabur, penyidik tidak menutup mata terhadap laporan adanya pengeroyokan. Seluruh rangkaian kejadian masih dipetakan.
Untuk merangkai kronologi secara utuh, polisi telah menggelar prarekonstruksi di lokasi dan bersiap melanjutkannya ke tahap rekonstruksi.
“Prarekonstruksi kami lakukan supaya alur kejadiannya bisa terlihat lebih jelas,” ucap Markus.
Sampai saat ini, sedikitnya empat saksi telah dimintai keterangan. Penyidik juga tengah mengidentifikasi sejumlah orang yang terekam dalam video yang beredar di media sosial.
“Semua yang ada di video akan kami panggil dan dimintai keterangan terlebih dahulu,” katanya.
Markus menambahkan, peluang penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice tetap dipertimbangkan, dengan catatan seluruh pihak sepakat dan syarat hukum terpenuhi.
“Namun tetap kami pertimbangkan dulu apakah kasus ini memiliki dampak sosial yang luas atau tidak,” pungkasnya. (tnr)
- Penulis: admin
