Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » RDP Dinkes Berau: Lonjakan Pasien Tak Sejalan dengan Pendapatan Rumah Sakit

RDP Dinkes Berau: Lonjakan Pasien Tak Sejalan dengan Pendapatan Rumah Sakit

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • visibility 581
  • print Cetak

BERAU — Dinas Kesehatan Kabupaten Berau mengungkap tekanan keuangan yang dihadapi RSUD Abdul Rivai dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin, 13 April 2026. Persoalan utama yang disorot meliputi ketidakseimbangan antara pendapatan dan belanja operasional, serta tingginya angka rujukan pasien ke luar daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengatakan peningkatan jumlah pasien tidak berbanding lurus dengan pendapatan rumah sakit. “Secara logika, ketika pasien meningkat, pendapatan seharusnya ikut naik. Tapi yang terjadi tidak demikian,” ujarnya.

Menurut Lamlay, kondisi tersebut dipengaruhi oleh penerapan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kabupaten Berau saat ini telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), dengan tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan di atas 86 persen dan terus menuju 90 persen.

Dengan mayoritas pasien terdaftar sebagai peserta BPJS, sumber pendapatan rumah sakit sangat bergantung pada klaim BPJS. Namun, tarif layanan yang dibayarkan telah ditetapkan pemerintah pusat, sehingga ruang penyesuaian pendapatan menjadi terbatas.

“Di banyak daerah, kontribusi dari BPJS bisa mencapai 70 persen. Tapi tarifnya sudah diatur, rumah sakit tidak bisa menaikkan biaya layanan,” kata dia.

Lamlay juga menyoroti tingginya rujukan pasien ke luar daerah yang berdampak langsung pada potensi pendapatan rumah sakit. Selain itu, pasien dari segmen non-BPJS, khususnya kategori VIP, disebut lebih memilih berobat di luar Berau.

“Pasien dengan kemampuan lebih cenderung ke luar daerah. Potensi pendapatan dari segmen itu akhirnya tidak berkembang di sini,” ujarnya.

Di tengah tekanan tersebut, instalasi farmasi dinilai menjadi salah satu sumber pendapatan yang masih dapat diandalkan. Meski demikian, ia menegaskan pelayanan kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama.

“Farmasi memang berpotensi memberi pemasukan. Tapi pelayanan tetap harus berjalan karena itu kebutuhan dasar masyarakat,” kata Lamlay. (/tnr)

  • Penulis: admin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Warga Kepung Kantor Pemkab Berau, Desak Perusahaan Tambang Utamakan Tenaga Kerja Lokal

    Ratusan Warga Kepung Kantor Pemkab Berau, Desak Perusahaan Tambang Utamakan Tenaga Kerja Lokal

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Beraunews
    • visibility 910
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB –Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lingkar Tambang Sambarata mengepung gerbang Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau pada Senin pagi (26/5/2025). Mereka menggelar aksi unjuk rasa dengan tuntutan utama agar perusahaan tambang di wilayah mereka memprioritaskan tenaga kerja lokal. Aksi dimulai dengan orasi di lapangan dan berlanjut hingga ke depan pintu kantor Bupati. […]

  • Wabup Berau Buka LKBB ke-9: Ajang Pembinaan Generasi Disiplin dan Patriotis

    Wabup Berau Buka LKBB ke-9: Ajang Pembinaan Generasi Disiplin dan Patriotis

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB) ke-9 Tahun 2025. Ia menilai kegiatan yang digelar rutin oleh Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Berau ini menjadi wadah penting dalam membina generasi muda yang berjiwa disiplin, tangguh, dan cinta tanah air. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Berau, saya menyambut baik […]

  • Audit BPK Ungkap Kelebihan Bayar Beasiswa Gratispol hingga Kekurangan Volume Proyek Infrastruktur

    Audit BPK Ungkap Kelebihan Bayar Beasiswa Gratispol hingga Kekurangan Volume Proyek Infrastruktur

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 278
    • 0Komentar

    SAMARINDA — Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia menemukan sejumlah persoalan dalam pengelolaan keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tahun anggaran 2025. Temuan tersebut mencakup tata kelola Program Beasiswa Gratispol hingga kekurangan volume pekerjaan proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah. Temuan itu diungkap langsung Direktur Jenderal Pemeriksaan Investigasi BPK RI, I Nyoman Wara, dalam Rapat Paripurna DPRD Kaltim […]

  • Sidang Lanjutan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Berau, Terdakwa Bantah Ada Intimidasi

    Sidang Lanjutan Kasus Kekerasan Seksual Anak di Berau, Terdakwa Bantah Ada Intimidasi

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    BERAU – Kasus asusila yang melibatkan seorang paman kandung terhadap keponakannya kembali memasuki babak baru di Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Redeb. Dalam persidangan yang digelar pada Rabu (29/4), terungkap fakta bahwa korban yang baru berusia 15 tahun kini tengah mengandung dengan usia kehamilan lima bulan. Juru Bicara PN Tanjung Redeb, Agung Dwi Bowo, menyampaikan bahwa […]

  • Anggaran Jadi Kendala, Pembangunan Sekolah Rakyat Berau Gagal 2026

    Anggaran Jadi Kendala, Pembangunan Sekolah Rakyat Berau Gagal 2026

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

      Tanjung Redeb – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Berau belum dapat direalisasikan pada 2026 akibat belum tuntasnya persiapan lahan. Proyek yang bersumber dari dana pemerintah pusat itu mensyaratkan lahan siap bangun dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Sosial Berau, Iswahyudi, mengatakan kendala utama terletak pada proses pembersihan lahan (land clearing) yang belum selesai karena […]

  • Belanja Makin Mahal, Sumadi Lempar Opsi: Pelihara Lele Sendiri

    Belanja Makin Mahal, Sumadi Lempar Opsi: Pelihara Lele Sendiri

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    BERAU — Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi kenaikan harga bahan pokok di tengah tekanan inflasi. Ia menilai kondisi ekonomi saat ini masih dapat dihadapi dengan langkah antisipatif di tingkat rumah tangga. Kenaikan harga disebut dipengaruhi fluktuasi nilai tukar rupiah yang berpotensi menembus Rp17.400 per dolar Amerika Serikat pada April […]

expand_less