RDP Dinkes Berau: Lonjakan Pasien Tak Sejalan dengan Pendapatan Rumah Sakit
- account_circle admin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

BERAU — Dinas Kesehatan Kabupaten Berau mengungkap tekanan keuangan yang dihadapi RSUD Abdul Rivai dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin, 13 April 2026. Persoalan utama yang disorot meliputi ketidakseimbangan antara pendapatan dan belanja operasional, serta tingginya angka rujukan pasien ke luar daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, mengatakan peningkatan jumlah pasien tidak berbanding lurus dengan pendapatan rumah sakit. “Secara logika, ketika pasien meningkat, pendapatan seharusnya ikut naik. Tapi yang terjadi tidak demikian,” ujarnya.
Menurut Lamlay, kondisi tersebut dipengaruhi oleh penerapan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kabupaten Berau saat ini telah mencapai Universal Health Coverage (UHC), dengan tingkat kepesertaan BPJS Kesehatan di atas 86 persen dan terus menuju 90 persen.
Dengan mayoritas pasien terdaftar sebagai peserta BPJS, sumber pendapatan rumah sakit sangat bergantung pada klaim BPJS. Namun, tarif layanan yang dibayarkan telah ditetapkan pemerintah pusat, sehingga ruang penyesuaian pendapatan menjadi terbatas.
“Di banyak daerah, kontribusi dari BPJS bisa mencapai 70 persen. Tapi tarifnya sudah diatur, rumah sakit tidak bisa menaikkan biaya layanan,” kata dia.
Lamlay juga menyoroti tingginya rujukan pasien ke luar daerah yang berdampak langsung pada potensi pendapatan rumah sakit. Selain itu, pasien dari segmen non-BPJS, khususnya kategori VIP, disebut lebih memilih berobat di luar Berau.
“Pasien dengan kemampuan lebih cenderung ke luar daerah. Potensi pendapatan dari segmen itu akhirnya tidak berkembang di sini,” ujarnya.
Di tengah tekanan tersebut, instalasi farmasi dinilai menjadi salah satu sumber pendapatan yang masih dapat diandalkan. Meski demikian, ia menegaskan pelayanan kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama.
“Farmasi memang berpotensi memberi pemasukan. Tapi pelayanan tetap harus berjalan karena itu kebutuhan dasar masyarakat,” kata Lamlay. (/tnr)
- Penulis: admin
