TANJUNG REDEB – Kalimantan Timur kini berada selangkah lebih dekat menuju kehadiran taman bumi (geopark) pertama di wilayahnya. Hal ini menindaklanjuti Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2024 yang menetapkan 26 area karst sebagai situs warisan geologi (geosite) di kawasan Sangkulirang–Mangkalihat.

Kawasan karst raksasa ini memiliki luas sekitar 1.867.676 hektare, menjadikannya ekosistem karst terbesar di Kalimantan. Dari total 26 geosite, 15 berada di Kabupaten Berau dan 11 di Kutai Timur—menunjukkan peran besar Berau dalam peta konservasi geologi nasional.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, dalam kunjungan kerjanya ke Kampung Merabu pada September 2025 menegaskan bahwa geopark ini bukan hanya kebanggaan Kaltim, tetapi juga aset wisata Indonesia.

“Geopark ini adalah potensi wisata kebanggaan Kalimantan Timur dan juga Indonesia. Wajib dijaga kelestariannya agar memberi kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya saat menghadiri Deklarasi Geopark Sangkulirang–Mangkalihat di Balai Adat Kampung Merabu.

Merabu, Desa Dayak Lebo yang Menjadi Sorotan Dunia

Kampung Merabu—permukiman masyarakat Dayak Lebo di Kecamatan Kelay, Berau—memiliki dua geosite penting:
• Gua Beloyot, dan
• Kerucut Karst Merabu,
keduanya menjadi bukti kekayaan geologi dan budaya yang mendunia.

Kepala Kampung Merabu, Asrani, menyambut antusias kehadiran Gubernur yang disebut sebagai sejarah baru bagi kampung mereka.

“Ini pertama kalinya Gubernur datang ke Merabu. Kami berharap dukungan nyata untuk pengembangan taman bumi,” ungkapnya.

Asrani menambahkan bahwa Merabu memiliki potensi besar yang siap dikembangkan:
• lebih dari ratusan gua yang belum terekspose,
• kekayaan budaya Dayak Lebo,
• destinasi alam seperti Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu, tempat wisatawan dapat menyaksikan lanskap megah gugusan kerucut karst.

Perjalanan Menuju Geopark

Proses pengusulan geopark ini bukan sesuatu yang instan. Sejak 2019, Pemprov Kaltim, Pemkab Berau, dan Kutai Timur bekerja bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) untuk melakukan inventarisasi geologi dan penguatan dokumen pendukung.

Hasil kerja panjang inilah yang akhirnya melahirkan penetapan 26 geosite oleh Menteri ESDM tahun 2024.

Sebelumnya pada 2016, kawasan Sangkulirang–Mangkalihat juga pernah diajukan sebagai calon UNESCO Global Geopark. Hingga kini, Indonesia memiliki 12 taman bumi berstatus UNESCO, dan jika berhasil, geopark Kaltim akan menjadi yang pertama di Pulau Kalimantan setelah Taman Bumi Meratus di Kalsel.

Dengan kekayaan geologi, budaya, dan ekowisata yang dimiliki, geopark Sangkulirang–Mangkalihat memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata edukasi dan konservasi kelas dunia serta motor penggerak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir, pedalaman, dan kampung adat.(Adv/yf)