Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Advertorial Berau » Lampaui Target, Kunjungan Pariwisata Berau Meningkat di 2024

Lampaui Target, Kunjungan Pariwisata Berau Meningkat di 2024

  • account_circle redaksi Beraunews
  • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
  • visibility 1.124
  • print Cetak

TANJUNG REDEB- Pariwisata Kabupaten Berau terus menunjukkan angka yang menggembirakan. Setiap tahunnya, jumlah kunjungan wisata ke Bumi Batiwakkal terus meningkat, mencatatkan prestasi yang jauh melampaui target.

Hingga Oktober 2024, tercatat sebanyak 412.333 wisatawan, dengan rincian 2.438 wisatawan mancanegara dan 409.895 wisatawan domestik. Angka ini tidak hanya menunjukkan kesuksesan, tetapi juga konsistensi upaya yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.

Kepala Disbudpar Berau, Ilyas Natsir, menyampaikan bahwa pencapaian ini melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2025 yang menargetkan 236.141 kunjungan.

Sejak tahun 2020, Disbudpar Berau sudah menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kunjungan wisata. Pada tahun 2020, angka kunjungan tercatat 127.396, terus meningkat menjadi 141.483 kunjungan pada 2021, dan 397.337 pada 2022. Pada 2023, angkanya bahkan mencapai 422.592 kunjungan. Tahun 2024, Ilyas optimis angka kunjungan akan kembali meningkat, terutama menjelang libur akhir tahun.

“Kami yakin hingga akhir tahun nanti jumlah kunjungan terus meningkat, bahkan melebihi tahun lalu,” ujarnya.

Salah satu upaya untuk meningkatkan daya tarik wisata adalah dengan menggelar berbagai event yang semakin menarik minat wisatawan. Disbudpar Berau berencana memperbesar skala event-event lokal yang sudah eksis, agar dapat masuk ke dalam kalender event nasional (KEN). Beberapa event lokal yang berpotensi menjadi event nasional antara lain Irau Manutung Jukut, Maratua Jazz, dan Meja Panjang.

Namun, untuk mencapai status nasional, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya, waktu pelaksanaan event yang harus stabil dan tidak bergeser, serta rangkaian kegiatan yang berlangsung tidak hanya satu hari, melainkan sekitar 7 hingga 10 hari. Selain itu, event tersebut juga harus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.

Disbudpar Berau pernah mengajukan beberapa event tersebut untuk menjadi event nasional, tetapi pengajuan itu belum diterima oleh pemerintah pusat. Salah satu alasan utamanya adalah kurang stabilnya waktu pelaksanaan dan kurang lengkapnya rangkaian acara.

“Kami akan memperbaiki hal itu dengan menambah rangkaian kegiatan, serta memastikan waktu pelaksanaan tetap konsisten,” kata Ilyas.

Upaya lainnya adalah menggandeng pihak ketiga atau perusahaan untuk membantu dalam pelaksanaan event. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa event yang digelar dapat memberikan dampak ekonomi yang luas, khususnya bagi masyarakat Berau.

Tak hanya berfokus pada penyelenggaraan event, Disbudpar Berau juga gencar melakukan promosi pariwisata untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Kepala Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata Disbudpar Berau, Fitriansyah, mengatakan bahwa pihaknya kini intens melakukan promosi melalui berbagai saluran. Salah satunya adalah menjalin kerja sama dengan beberapa kota besar, seperti Surabaya, Yogyakarta, serta sembilan kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.

Promosi juga dilakukan dengan memasang videotron dan baliho yang menampilkan potensi wisata Kabupaten Berau. Selain itu, promosi dilakukan di Bandara Samarinda dan Balikpapan, yang menjadi pintu masuk utama wisatawan ke Berau. Semua ini dilakukan untuk semakin menarik perhatian wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, agar tertarik berkunjung ke Bumi Batiwakkal.

Harapannya, dengan peningkatan jumlah kunjungan wisata ini, akan tercipta efek berantai yang positif bagi masyarakat Berau.

“Kami berharap dengan tingginya jumlah kunjungan, masyarakat Berau juga merasakan dampaknya, khususnya dalam hal kesejahteraan,” tandas Ilyas.

Dengan langkah-langkah strategis yang terus dilakukan, tidak hanya sekadar mengejar angka, tetapi juga meningkatkan kualitas serta keberlanjutan pariwisata, Kabupaten Berau siap menjadi destinasi yang lebih dikenal dan menjadi andalan pariwisata di Indonesia. (Marta)

  • Penulis: redaksi Beraunews

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rawat Jalan Jadi Prioritas Awal Pelayanan

    Rawat Jalan Jadi Prioritas Awal Pelayanan

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    BERAU — Pemerintah Kabupaten Berau mematangkan kesiapan operasional rumah sakit baru yang berlokasi di Jalan Sultan Agung. Bupati Berau, Sri Juniarsih, meninjau langsung fasilitas tersebut pada Senin (27/4/2026), dengan fokus awal pada pembukaan layanan rawat jalan. Dalam peninjauan itu, Sri menegaskan proses pemindahan layanan dan penataan fasilitas tidak dapat dilakukan secara instan. Ia menyebut masih […]

  • Kejaksaan: Kasus Truk Rem Blong dengan Ancaman 6 Tahun Tak Layak Restorative Justice

    Kejaksaan: Kasus Truk Rem Blong dengan Ancaman 6 Tahun Tak Layak Restorative Justice

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 440
    • 0Komentar

    KUTAI KARTANEGARA – Tragedi lalu lintas maut kembali merenggut nyawa di Jalan Poros Bontang-Samarinda. Dua pengendara sepeda motor meregang nyawa setelah tertabrak truk yang mengalami rem blong di KM 25, Desa Santan Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), pada Jumat (28/11/2025) siang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 12.30 WITA itu melibatkan sebuah truk […]

  • Permintaan Melonjak, Pasokan Seret: Harga Bapok di Talisayan Tak Terkendali

    Permintaan Melonjak, Pasokan Seret: Harga Bapok di Talisayan Tak Terkendali

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle redaksi Beraunews
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    TALISAYAN – Bahan pokok dan sayur-mayur merupakan kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari. Ketersediaan serta kestabilan harga menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran aktivitas masyarakat, terlebih saat memasuki bulan suci Ramadan ketika kebutuhan rumah tangga cenderung meningkat. Memasuki hari ketiga puasa Ramadan 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok dan sayur-mayur di Kecamatan Talisayan terpantau belum mengalami […]

  • Jokowi: RSUD Abdul Rivai Segera Dapat Pembaruan Alkes dari Pemerintah Pusat

    Jokowi: RSUD Abdul Rivai Segera Dapat Pembaruan Alkes dari Pemerintah Pusat

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Tanjung Redeb – Pasca kunjungan Presiden RI Joko Widodo di RSUD Abdul Rivai pada Kamis (26/9/2024) siang, kabar gembira pun langsung disampaikan di hadapan masyarakat. “Jadi kita sudah lihat tadi beberapa Alkes, misalnya CT Scan itu sudah berusia 14 tahun, sehingga perlu pembaruan. Kita usahakan tahun ini, tapi kalau tidak bisa, kita usahakan di tahun […]

  • Puluhan Pasien Antre Cuci Darah, Mesin Hemodialisis Masih Tersimpan di Gudang

    Puluhan Pasien Antre Cuci Darah, Mesin Hemodialisis Masih Tersimpan di Gudang

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    TANJUNG REDEB – Keterbatasan ruang pelayanan menjadi kendala utama dalam pengembangan layanan hemodialisis (HD) atau cuci darah di RSUD dr. Abdul Rivai, Kabupaten Berau. Akibatnya, puluhan pasien masih harus mengantre untuk mendapatkan layanan meski sejumlah mesin cuci darah yang siap digunakan masih tersimpan di gudang. Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan persoalan yang dihadapi rumah sakit […]

  • Tak Ada Kata Terlambat, Diskominfo Dorong Warga Berau Adaptif di Era Digital

    Tak Ada Kata Terlambat, Diskominfo Dorong Warga Berau Adaptif di Era Digital

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    BERAU — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Berau, Didi, menegaskan penguasaan teknologi di era digital bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat. Ia mengatakan, pemanfaatan teknologi informasi, terutama perangkat komunikasi seperti telepon seluler, membutuhkan kesadaran kolektif agar masyarakat tidak tertinggal dalam arus digitalisasi. “Melek teknologi itu tugas kita semua. Bukan hanya […]

expand_less